⌂ Beranda News Pekerja Keluhkan Bantuan Subsidi Upah Rp600.000 Belum Masuk Rekening

Pekerja Keluhkan Bantuan Subsidi Upah Rp600.000 Belum Masuk Rekening

Pekerja Keluhkan Bantuan Subsidi Upah Rp600.000 Belum Masuk Rekening
Pekerja mengecek status penerima BSU melalui situs resmi Kemnaker
A A Ukuran Teks16px

Sejumlah pekerja mengeluhkan dana Bantuan Subsidi Upah (BSU) senilai Rp600.000 belum masuk ke rekening mereka hingga Selasa (2/6/2026).

Keluhan ini muncul meskipun pemerintah telah menyalurkan bantuan tersebut sejak pertengahan tahun 2025.

>>> BPS Proyeksikan Produksi Beras Nasional Turun Jadi 21,95 Juta Ton

Penyaluran Bertahap dan Kendala

Bantuan ini menyasar pekerja dengan gaji maksimal Rp3,5 juta yang terdaftar aktif di BPJS Ketenagakerjaan.

Proses pencairan dilakukan secara bertahap sehingga waktu penerimaan dana berbeda bagi setiap pekerja.

Pemerintah mencatat pencairan terus dikawal agar menjangkau seluruh target penerima di berbagai wilayah.

>>> Hanggini dan Luthfi Aulia Umumkan Kelahiran Anak Pertama, Beri Nama Kian Badani Haneldra

Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer menyebutkan sebanyak 13,8 juta pekerja dari target 15,9 juta telah menerima bantuan hingga pertengahan Juli 2025.

Kendala seperti verifikasi data, rekening pasif, dan antrean di Kantor Pos menjadi penyebab keterlambatan.

>>> IHSG Menguat 1,49 Persen ke Level 6.218 pada Sesi I

"Pemerintah terus mengawal pelaksanaan program ini secara ketat agar berjalan tepat waktu dan tepat sasaran," kata Immanuel di sela kunjungan ke Jawa Tengah bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat meninjau penyaluran BSU di Kantor Pos Boyolali, Jumat (18/7/2025).

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan bahwa pemerintah belum memiliki rencana menyalurkan BSU tahap kedua pada Januari 2026.

"Saya tegaskan kembali, tidak ada sampai sekarang BSU tahap kedua," kata Yassierli dalam temu media di Kantor Kemnaker, Jakarta Selatan, Selasa (28/10/2025).

>>> Polda Jateng Bongkar Sindikat Scam Kripto Beromzet Rp 41,1 Miliar

Total bantuan yang berhasil disalurkan sepanjang Juni hingga Juli 2025 telah mencapai sekitar 15,25 juta pekerja.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru