Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan Indonesia pada Mei 2026 mencapai 3,08 persen. Angka ini naik dari 2,42 persen pada April 2026.
Kenaikan tersebut melampaui target sasaran inflasi pemerintah yang sebesar 2,5 persen ± 1 persen. Lonjakan ini dipicu oleh kenaikan harga pangan.
>>> Malaysia Larang Anak di Bawah 16 Tahun Miliki Akun Media Sosial
Pemicu Inflasi
Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS, Pudji Ismartini, menyatakan indeks harga konsumen naik dari 108,07 pada Mei 2025 menjadi 111,4 pada Mei 2026.
Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi pendorong utama dengan inflasi 4,94 persen. Kelompok ini memberikan andil terbesar terhadap inflasi tahunan, yaitu 1,43 persen.
Komoditas penyumbang inflasi terbesar di kelompok tersebut antara lain ikan segar, beras, daging ayam ras, minyak goreng, cabai rawit, sigaret kretek mesin, dan cabai merah.
>>> Korika dan Pandi Luncurkan Domain .ai.id untuk Ekosistem AI Indonesia
Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mencatat inflasi 10,35 persen dengan andil 0,7 persen. Emas perhiasan menjadi komoditas dominan dengan sumbangan 0,63 persen.
Komponen inti mengalami inflasi tahunan 2,59 persen dan memberikan andil terbesar terhadap total inflasi, yaitu 1,66 persen.
Komoditas dominan di komponen ini meliputi emas perhiasan, minyak goreng, nasi dengan lauk, biaya kuliah, sewa rumah, dan mobil.
>>> Daftar Harga OTR Mobil Daihatsu Juni 2026 Mulai Rp100 Jutaan
Komponen harga yang diatur pemerintah mengalami inflasi 2,07 persen dengan andil 0,4 persen, dipengaruhi tarif angkutan udara dan bahan bakar rumah tangga.
Sementara komponen harga bergejolak mencatat inflasi 6,24 persen dengan andil 1,02 persen karena kenaikan harga beras, daging ayam ras, dan cabai.
Secara bulanan, BPS mencatat inflasi 0,28 persen pada Mei 2026, naik dari 0,13 persen pada April 2026.
>>> Apple Siapkan Vapor Chamber Baja untuk iPhone Ultra Lipat
Seluruh provinsi di Indonesia mengalami inflasi tahunan, dengan tertinggi di Papua Barat (5,94 persen) dan terendah di Lampung (1,94 persen).