Sekretariat Kabinet membantah tudingan bahwa Presiden Prabowo Subianto membawa rombongan besar saat perjalanan dinas luar negeri.
Pengurangan jumlah delegasi diklaim telah mencapai setengah dari total personel pada masa pemerintahan sebelumnya.
>>> Daftar Harga OTR Mobil Daihatsu Juni 2026 Mulai Rp100 Jutaan
Presiden Prabowo tercatat hanya membawa 50 hingga 60 delegasi untuk menghadiri pertemuan internasional. Sementara periode lalu bisa mencapai 120 hingga 200 orang.
"Jumlah rombongan Presiden Prabowo itu sudah berkurang besar-besaran, lebih dari separuh, dari periode sebelumnya," ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam unggahan di akun Instagram resmi Sekretariat Kabinet, dikutip Selasa (02/06/2026).
Penjelasan resmi dari pihak istana tersebut diterbitkan guna merespons kritik tajam terkait efisiensi anggaran negara.
>>> Apple Siapkan Vapor Chamber Baja untuk iPhone Ultra Lipat
Sebelumnya, mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal menyoroti pembengkakan biaya akomodasi dan logistik tim pendahulu dalam lawatan dinas tersebut.
"Satu perjalanan ke luar negeri bisa keluar puluhan bahkan ratusan miliar," ujar Dino dalam unggahan di akun Instagram resmi.
>>> Rupiah Dekati Rp 18.000, BI Berpotensi Naikkan Suku Bunga
Dino menyarankan agar tugas diplomatik taktis didelegasikan sepenuhnya kepada Menteri Luar Negeri Sugiono.
Langkah ini dinilai lebih efisien karena rombongan menteri memiliki skala yang jauh lebih kecil dibandingkan delegasi kepresidenan.
Sugiono juga diminta untuk fokus pada penanganan politik luar negeri secara mandiri. Pola kerja mandiri ini merujuk pada rekam jejak menteri-menteri luar negeri terdahulu dalam menjalankan fungsi diplomasi.
>>> UGM Sediakan 3.729 Kursi untuk Jalur Seleksi Mandiri 2026
"Ingat, Menlu Hassan Wirajuda, Marty Natalegawa, dan Retno Marsudi, semuanya tidak pernah menempatkan diri sebagai bagian dari entourage Presiden dan mereka fokus total untuk menangani politik luar negeri," ujar Dino.