⌂ Beranda News IHSG Menguat 1,49 Persen ke Level 6.218 pada Sesi I

IHSG Menguat 1,49 Persen ke Level 6.218 pada Sesi I

IHSG Menguat 1,49 Persen ke Level 6.218 pada Sesi I
Grafik pergerakan IHSG
A A Ukuran Teks16px

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 1,49 persen ke posisi 6.218 pada penutupan perdagangan Sesi I, Selasa (2/6/2026).

Lonjakan indeks ditopang oleh penguatan saham-saham kapitalisasi besar seperti PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI).

>>> Pasar Kendaraan Listrik Timur Tengah Tumbuh 40 Persen pada 2025

IHSG bergerak pada rentang 6.161 hingga level tertinggi 6.264. Indeks dibuka di level 6.210 pada pagi hari.

Volume transaksi perdagangan hingga tengah hari mencapai 18,85 miliar saham. Nilai transaksi tercatat Rp14,84 triliun dengan frekuensi 1,56 juta kali.

Sebanyak 336 saham mengalami kenaikan, 316 saham melemah, dan 164 saham stagnan.

>>> BIPI Targetkan Pendapatan 2026 Naik Dua Digit, Optimistis Laba Melonjak

Sektor energi memimpin kenaikan dengan menguat 2,91 persen. Sektor barang baku naik 2,45 persen, dan sektor konsumen non-primer bertambah 0,99 persen.

Saham Penopang IHSG

BREN menyumbang 30,04 poin, disusul Amman Mineral Internasional (AMMN) sebesar 14,96 poin, dan BBCA sebesar 11,77 poin.

BBRI berkontribusi 11,03 poin, Dian Swastatika Sentosa (DSSA) 10,96 poin, dan Sumber Alfaria Trijaya (AMRT) 9,82 poin.

>>> IHSG Melonjak 91 Poin, Dipicu Perbaikan Data Manufaktur dan Inflasi Terjaga

Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) menyumbang 6,23 poin, Barito Pacific (BRPT) 5,65 poin, Bank Mandiri (BMRI) 5,5 poin, dan Chandra Asri Pacific (TPIA) 4,46 poin.

Menurut riset Panin Sekuritas, penguatan indeks didorong oleh komitmen pemerintah meningkatkan transparansi pengelolaan eksportir komoditas utama. Langkah ini demi mendongkrak devisa dan likuiditas dolar AS.

Namun, kenaikan IHSG berpotensi terbatas akibat sentimen inflasi dalam negeri per Mei 2026 yang mencapai 3,08 persen secara tahunan.

>>> Teddy Indra Wijaya Bantah Kritik Anggaran Perjalanan Dinas Presiden, Klaim Kelebihan Biaya Ditanggung Pribadi

Riset Panin Sekuritas menyebut hal itu berpotensi mempersempit ruang pelonggaran kebijakan moneter ke depan.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru