>>> Cara Cairkan Gift TikTok ke Rekening Bank, Begini Langkahnya
Pentingnya Pengaturan Jadwal Makan
Penerapan jadwal makan yang teratur pada masa awal MPASI sangat membantu sistem pencernaan bayi untuk menyesuaikan diri.
Sebaliknya, waktu makan yang berantakan berpotensi memicu gangguan pencernaan dan kekurangan nutrisi.
IDAI mengungkapkan bahwa salah satu aspek yang kerap terlewat oleh orang tua adalah memahami bahasa tubuh anak sebagai tanda lapar atau kenyang.
Pengaturan ini dipengaruhi oleh faktor internal maupun eksternal.
Anak perlu dilatih untuk mengembangkan kemampuan mengenali sinyal lapar dan kenyang dari dalam dirinya sendiri.
Dalam sehari, bayi dianjurkan menerima tiga kali makanan utama, 1–2 kali makanan selingan, serta 2–3 kali ASI atau susu.
Berikut contoh jadwal MPASI untuk bayi usia 7-8 bulan: Pukul 08.00 sarapan dengan makanan bertekstur lumat; pukul 10.00 pemberian ASI atau camilan seperti buah bertekstur lembut; pukul 12.00 makan siang dengan hidangan bertekstur lembut; pukul 16.00 makanan selingan; pukul 18.00 makan malam dengan menu bertekstur lumat.
Untuk bayi usia 9-11 bulan: Pukul 08.00 sarapan dengan MPASI cincang halus, cincang kasar, atau finger food; pukul 10.00 ASI atau makanan selingan berupa buah potong kecil yang dicincang kasar; pukul 12.00 makan siang dengan menu cincang halus, cincang kasar, atau finger food; pukul 16.00 makanan selingan; pukul 18.00 makan malam berupa MPASI cincang atau finger food; pukul 20.00, 22.00, dan 24.00 pemberian ASI.
Orang tua diimbau untuk selalu memperhatikan munculnya reaksi alergi setelah anak mengonsumsi jenis makanan baru.
>>> AS dan Iran Tandatangani Kesepakatan Awal Buka Selat Hormuz
Pemberian ASI tetap dianjurkan hingga anak berusia 1 tahun meski sudah mendapat makanan pendamping.