Tim nasional Aljazair siap menantang juara bertahan Argentina dalam pertandingan pembuka Grup J Piala Dunia 2026.
Laga tersebut akan digelar di GEHA Field at Arrowhead Stadium, Kansas City, pada Rabu, 17 Juni 2026.
>>> Gibran: Indonesia Harus Jadi Pemain dan Penguasa Teknologi AI
Pertemuan ini menjadi momen krusial bagi kedua tim di Grup J yang juga dihuni oleh Swedia dan Pantai Gading.
Hasil positif akan mengamankan langkah menuju babak 16 besar.
Pelatih Aljazair Vladimir Petkovic menegaskan bahwa dirinya tidak menyiapkan strategi khusus untuk mengawal bintang Argentina, Lionel Messi. Ia menghormati semua pemain lawan, tetapi juga menghormati kekuatan timnya sendiri.
"Saya selalu mencoba menawarkan sesuatu yang beda dan mencoba mendominasi dengan tim saya sendiri," kata Petkovic.
Juru taktik berusia 62 tahun asal Bosnia Herzegovina itu menilai menginstruksikan tim hanya untuk meredam satu pemain bintang lawan merupakan tindakan tidak efektif.
"Saya tidak pernah membuat rencana menghentikan satu pemain secara spesifik dan saya juga tidak akan melakukan itu besok.
Kami akan mencoba membatasi pemain-pemain mereka yang membantu para pemain kelas dunia ini mengekspresikan diri dalam kondisi terbaik," jelas Petkovic.
>>> IHSG Melonjak 4,12 Persen ke Level 6.254,96, Sentimen Pasar Membaik
Petkovic menambahkan bahwa anak asuhnya memerlukan strategi bermain yang lebih kolektif dan fleksibel. Tidak ada gunanya mempersiapkan tim hanya untuk satu pemain saja.
"Kami perlu rencana A tentang cara kami bermain dan rencana B soal cara kami bereaksi dalam situasi tertentu," ucap Petkovic.
Eks pelatih Lazio itu menyadari status Argentina yang bertabur pemain bintang seperti Emiliano Martinez dan Julian Alvarez.
Meski begitu, ia tetap optimistis skuadnya mampu menciptakan kejutan besar.
"Kami tentu bukan tim favorit, tetapi seperti yang sudah kita lihat di turnamen ini, kejutan bisa saja terjadi dan kami akan mencoba membuatnya," ujar Petkovic.
Melalui persiapan matang selama pemusatan latihan di Amerika Serikat, Petkovic mengincar hasil positif.
>>> Gempa Palu Ganggu 29 Situs BTS, 21 Masih Padam
"Fokus kepada diri sendiri itu penting, memberikan kemampuan maksimal dan meraih hasil yang baik karena hasil positif pada laga pembuka membantu Anda mempersiapkan pertandingan selanjutnya dengan kepercayaan diri dan optimisme," kata Petkovic.
Meskipun memiliki ambisi besar, Petkovic tetap mengingatkan pasukannya agar bersikap realistis. "Jika mereka tampil 100 persen dan kami juga 100 persen, mereka masih punya keunggulan.
Jadi kami harus memberi lebih untuk meningkatkan kesempatan menang," tukasnya.
Argentina saat ini memuncaki peringkat FIFA dengan modal delapan kemenangan dari 10 laga terakhir. Sementara Aljazair berada di peringkat 24 dunia.
Skuad berjuluk Les Fennecs diprediksi akan mengandalkan kedisiplinan Ismael Bennacer di lini tengah serta ketajaman Riyad Mahrez dan Amine Gouiri lewat skema serangan balik cepat.
Secara rekor pertemuan, kedua negara telah tiga kali berduel dengan catatan dua kemenangan untuk Argentina dan satu laga berakhir imbang 1-1 pada tahun 2019.
Simulasi statistik dari Opta Sports menempatkan peluang kemenangan Argentina sebesar 58 persen, hasil imbang 27 persen, dan peluang kemenangan Aljazair sebesar 15 persen.
>>> Kiper Reza Arya Pratama Resmi Tinggalkan PSM Makassar
Jalannya pertandingan perdana ini akan dipimpin oleh wasit Wilton Sampaio dari Brasil. Setelah menghadapi Argentina, Aljazair dijadwalkan akan melanjutkan perjuangan melawan Yordania dan Austria.
