Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat 4,12 persen ke level 6.254,96 pada penutupan perdagangan Senin (15/6/2026).
Kenaikan ini terjadi seiring meredanya tekanan eksternal dan membaiknya sentimen pasar keuangan domestik.
>>> Gempa Palu Ganggu 29 Situs BTS, 21 Masih Padam
Head of Research and Chief Economist PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Arya Wisnubroto, menyebut penguatan tersebut masih didominasi oleh technical rebound.
"Namun, rebound tersebut bukan tanpa dasar," ujarnya dalam catatan yang dibagikan, Selasa (16/6/2026).
>>> Kiper Reza Arya Pratama Resmi Tinggalkan PSM Makassar
Menurut Rully, langkah tegas Bank Indonesia dalam kebijakan moneter serta penurunan tensi geopolitik global berhasil menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan imbal hasil obligasi negara.
>>> Kemenkeu Salurkan KUR Rp 124,7 Triliun hingga Juni 2026
"Kondisi tersebut akan membuka ruang bagi masuknya kembali aliran dana asing ke pasar obligasi maupun saham," jelasnya.
Para pelaku pasar kini masih memantau perkembangan situasi global dan arah kebijakan moneter ke depan.
>>> Prabowo Subianto Sambut Presiden Jerman di Istana Negara
Kenaikan IHSG ini dinilai sebagai indikasi awal kebangkitan pasar modal setelah sempat mengalami tekanan dalam beberapa periode terakhir.
