⌂ Beranda News MPL Indonesia dan Kemenekraf Luncurkan Maskot Suga untuk Dorong Industri Kreatif

MPL Indonesia dan Kemenekraf Luncurkan Maskot Suga untuk Dorong Industri Kreatif

MPL Indonesia dan Kemenekraf Luncurkan Maskot Suga untuk Dorong Industri Kreatif
Maskot Suga MPL Indonesia
A A Ukuran Teks16px

MPL Indonesia bersama Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf), Tale X, dan Todak resmi meluncurkan maskot baru bernama Suga.

Inisiatif ini merupakan bagian dari kolaborasi bertajuk Creative Playground yang berfokus pada pengembangan ekosistem esports dan industri kreatif lokal.

>>> Nusantara Sawit Sejahtera Bagikan Dividen Final Rp119 Miliar

Peluncuran diumumkan dalam konferensi pers yang dihadiri Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar, Co-founder dan Direktur Tale X Joshua Budiman, President Director Todak Shinta Dhanuwardoyo, serta Head of ID Esports Business Development Moonton Games Martinus H Manurung.

Irene Umar menegaskan bahwa kolaborasi ini dirancang sebagai hubungan jangka panjang, bukan sekadar agenda seremonial.

Tujuannya adalah membuka ruang kreatif bagi talenta esports dan pelaku ekonomi kreatif di Indonesia.

"Creative Playground itu bukan hanya untuk teman-teman yang sudah ada di dunia esports, tapi juga untuk teman-teman yang melihat dari jauh dan ingin menjadi bagian dari industri ini," ujar Irene.

Ia berharap industri esports nasional tidak hanya bersaing di ranah kompetitif, tetapi juga menjadi motor penggerak bagi subsektor ekonomi kreatif lain, seperti fashion dan pengembangan intellectual property (IP).

>>> Aljazair Tantang Argentina di Laga Pembuka Grup J Piala Dunia 2026

Maskot Suga sebagai Simbol Semangat Esports

Maskot Suga diperkenalkan sebagai representasi semangat ekosistem esports di Indonesia. Irene menyebut Suga sebagai simbol pemersatu bangsa melalui esports.

Joshua Budiman menjelaskan bahwa karakter Suga dirancang untuk merefleksikan mentalitas pantang menyerah yang melekat pada komunitas esports tanah air.

"Harapannya ini bisa jadi simbol semangat untuk para esports player di Indonesia. Semangat never give up itu selalu ada di Suga," katanya.

Joshua juga mengungkapkan rencana membawa Suga ke turnamen internasional, termasuk Esports World Cup (EWC) di Paris, sebagai delegasi visual esports Indonesia.

Martinus H Manurung menekankan pentingnya kolaborasi lintas industri untuk membawa esports keluar dari zona eksklusif komunitas gamer.

"Kita sadar bahwa untuk bisa berkembang lebih dalam kepada masyarakat dan bahkan keluar dari bubble gamer, itu adalah dengan semangat kolaborasi," ujarnya.

>>> Harga Emas Antam Diprediksi Naik ke Rp2.749.000 per Gram

Ia menambahkan bahwa optimalisasi IP lokal berpotensi menciptakan peluang ekonomi baru, seperti apparel, merchandise, dan karya kreatif lainnya.

"Harapannya bisa menggunakan kreativitas anak bangsa supaya mereka juga punya penghasilan dari sini," lanjut Martinus.

Shinta Dhanuwardoyo dari Todak menilai esports kini telah bertransformasi menjadi bagian dari gaya hidup dan budaya generasi muda.

"Esports ini bukan hanya tentang competitive gaming, tapi juga merambah ke lifestyle, fashion, community, dan lainnya," katanya.

Ke depan, Todak berencana memperluas kolaborasi dengan menggandeng lebih banyak tim esports dan kreator lokal. Irene Umar menutup dengan ajakan untuk memecah batasan industri demi kemajuan bersama.

>>> Wali Kota Serang Ancam Pecat Kepsek yang Jual Beli Bangku Sekolah

"Kita tidak bisa bermain di satu bubble saja. Bubble ini harus dipecahkan supaya bisa menular ke sukses-sukses yang lain," pungkasnya.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru