Harga emas batangan PT Antam Tbk (ANTM) diprediksi menguat ke level Rp2.749.000 per gram pada Rabu, 17 Juni 2026.
Sentimen positif ini muncul akibat terbukanya peluang pelonggaran kebijakan moneter Amerika Serikat.
>>> Gibran: Indonesia Harus Jadi Pemain dan Penguasa Teknologi AI
Pengamat pasar logam mulia, Ibrahim Assuaibi, menyampaikan bahwa komoditas ini berpotensi mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan. "Harga emas Antam bisa naik sekitar Rp20.000-an," ungkap Ibrahim.
Menurut Ibrahim, normalisasi pasokan energi global setelah kesepakatan damai antara AS dan Iran di Selat Hormuz akan menekan harga minyak mentah dunia.
Harga minyak diperkirakan turun di bawah US$80 per barel menuju kisaran US$75 per barel.
"Ketika harga minyak turun, biaya logistik dan transportasi ikut menurun sehingga tekanan inflasi global berkurang.
>>> IHSG Melonjak 4,12 Persen ke Level 6.254,96, Sentimen Pasar Membaik
Kondisi ini membuka peluang bagi The Fed untuk mulai mempertimbangkan penurunan suku bunga," ujar Ibrahim.
Penurunan harga minyak tersebut dinilai akan mengurangi tekanan inflasi global. Hal ini memicu ekspektasi penurunan suku bunga acuan oleh Bank Sentral AS.
"Harga emas Antam hari ini kokoh di level Rp2.729.000 per gram. Sepanjang 2026, harga emas Antam masih mencatatkan kenaikan sebesar 9,68%.
>>> Gempa Palu Ganggu 29 Situs BTS, 21 Masih Padam
Sebab, pada 1 Januari lalu, harga emas Antam tercatat hanya sebesar Rp2.488.000 per gram," ujar Ibrahim.
Berdasarkan data pantauan dari laman Logam Mulia pada Selasa (16/6/2026), harga emas Antam saat ini stabil di level Rp2.729.000 per gram.
Sementara harga beli kembali atau buyback berada di posisi Rp2.500.000 per gram.
Catatan historis menunjukkan harga emas Antam sepanjang tahun 2026 telah meningkat sebesar 9,68% dari posisi awal tahun sebesar Rp2.488.000 per gram.
>>> Kiper Reza Arya Pratama Resmi Tinggalkan PSM Makassar
Rekor tertinggi sepanjang masa berada di level Rp3.168.000 per gram yang tercipta pada 29 Januari 2026.
