Faktor penentu kesuksesan finansial tidak hanya bergantung pada kerja keras. Sikap sehari-hari, cara mengambil keputusan, dan menghadapi tantangan juga berperan penting.
Riset dari Panel Sosial Ekonomi (SOEP) di Jerman bersama Universitas Munster menemukan ciri kepribadian tertentu pada individu berpenghasilan tinggi.
>>> Nusantara Sawit Sejahtera Bagikan Dividen Final Rp119 Miliar
Para jutawan mandiri cenderung berani mengambil risiko, memiliki stabilitas emosi kuat, terbuka, ekstrovert, dan sangat teliti.
Profesor psikologi Universitas Munster, Mitja Back, menyatakan ini adalah studi pertama yang menggambarkan kepribadian jutawan dengan data kuat.
Menurutnya, investigasi ini relevan secara sosial karena orang kaya memiliki pengaruh khusus dalam pengambilan keputusan masyarakat.
Studi SOEP yang berlangsung sejak 1984 melibatkan data lebih dari 20.000 orang, dengan 1.000 di antaranya adalah jutawan.
>>> Aljazair Tantang Argentina di Laga Pembuka Grup J Piala Dunia 2026
Sifat berani mengambil risiko dan stabilitas emosional paling sering muncul pada mereka yang membangun kekayaan sendiri.
Riset lain dari Jurnal University of Chicago juga menunjukkan keterkaitan antara karakter personal dan pendapatan.
Penelitian itu menggunakan teori Lima Besar yang mencakup keterbukaan, ketelitian, ekstroversi, keramahan, dan neurotisme.
Profesor Weilong Zhang menjelaskan bahwa ketelitian menjadi indikator kuat untuk gaji lebih besar.
Karakter ini dipandang sebagai faktor penentu di pasar kerja karena berkorelasi dengan pendapatan tinggi dan risiko pengangguran rendah.
>>> Harga Emas Antam Diprediksi Naik ke Rp2.749.000 per Gram
Individu yang teliti dinilai memiliki tanggung jawab tinggi, teratur, pekerja keras, dan mampu mengelola waktu dengan baik.
"Orang yang teliti sering dianggap dapat diandalkan dan pekerja keras, sementara kestabilan emosional memungkinkan seseorang menangani stres secara efektif.
Keduanya sangat dihargai pemberi kerja," ujar Zhang.
Selain ketelitian, kemampuan bergaul dan berinteraksi sosial juga memengaruhi capaian finansial. Namun, orang yang sangat mudah bergaul cenderung menghindari konflik, yang dapat membuat mereka kurang tegas dalam negosiasi.
>>> Wali Kota Serang Ancam Pecat Kepsek yang Jual Beli Bangku Sekolah
Kecenderungan menjaga keharmonisan komunikasi terkadang membuat individu yang mudah bergaul memilih mengalah, sehingga memengaruhi hasil akhir di dunia kerja.