⌂ Beranda News Akses Keuangan Meningkat, Literasi Generasi Muda Masih Tertinggal

Akses Keuangan Meningkat, Literasi Generasi Muda Masih Tertinggal

Akses Keuangan Meningkat, Literasi Generasi Muda Masih Tertinggal
Siswa penyandang disabilitas mengikuti program edukasi keuangan
A A Ukuran Teks16px

Ia menilai pendidikan keuangan yang disampaikan melalui pendekatan yang inklusif dan sesuai kebutuhan peserta dapat membantu generasi muda memahami risiko finansial, mengelola pengeluaran dengan lebih bijak, serta membangun kebiasaan keuangan yang sehat sejak dini.

Sementara itu, Presiden Direktur HSBC Indonesia, Stuart Rogers, mengatakan generasi muda saat ini hidup di tengah kemudahan akses keuangan, namun juga menghadapi tantangan yang semakin kompleks dalam mengambil keputusan finansial.

Mulai dari budaya konsumsi digital hingga hadirnya berbagai layanan keuangan instan, menurutnya, membuat generasi muda membutuhkan lebih dari sekadar teori mengenai pengelolaan uang.

"Mereka perlu pengalaman nyata yang dapat membantu membangun kebiasaan sekaligus kepercayaan diri dalam mengambil keputusan finansial yang tepat," ujarnya.

Melalui Financial Empowerment Pathways 2026, HSBC Indonesia ingin membantu generasi muda memahami pengelolaan keuangan melalui pengalaman yang dekat dengan kehidupan mereka sehingga mampu membangun masa depan finansial yang lebih aman dan berkelanjutan.

>>> Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Sulawesi Tengah, Delapan Orang Luka

Pandangan serupa disampaikan Dewan Nasional Prestasi Junior Indonesia, Natalia Soebagjo.

Ia menilai tantangan utama generasi muda saat ini bukan lagi soal akses terhadap uang maupun teknologi, melainkan kesempatan untuk belajar mengambil keputusan keuangan secara bertanggung jawab.

Menurutnya, kemampuan mengatur pengeluaran, menentukan prioritas, menabung, hingga menghadapi tekanan sosial terkait gaya hidup merupakan keterampilan yang perlu dibangun melalui pengalaman langsung, bukan hanya teori di ruang kelas.

Selain program untuk penyandang disabilitas, HSBC Indonesia dan PJI juga akan kembali menjalankan program JA More than Money yang menyasar sekitar 1.500 siswa sekolah menengah pertama di Jakarta.

Program tersebut menggabungkan pembelajaran literasi keuangan dan kewirausahaan melalui berbagai aktivitas interaktif.

Peserta akan belajar menyusun anggaran, memahami pengelolaan uang, mengambil keputusan finansial, hingga mengembangkan ide bisnis sederhana yang nantinya dipraktikkan dalam kegiatan market day.

Sementara itu, program Elevate akan membekali 100 mahasiswa dengan pemahaman keuangan yang lebih mendalam melalui lokakarya, pendampingan, serta kompetisi Financial Innovation Challenge.

Para peserta akan diajak menganalisis berbagai persoalan keuangan nyata dan mengembangkan solusi inovatif yang dapat diuji secara langsung dengan dukungan pendanaan awal serta pengalaman belajar di lingkungan industri.

Kolaborasi HSBC Indonesia dan PJI dalam bidang edukasi keuangan sendiri telah berlangsung sejak 2008.

Berbagai program yang dijalankan selama hampir dua dekade terakhir telah menjangkau lebih dari 51.400 pelajar Indonesia dari berbagai jenjang pendidikan.

>>> Harga Emas Antam dan UBS Stagnan pada 16 Juni 2026

Melalui Financial Empowerment Pathways 2026, kedua organisasi kembali menegaskan komitmennya untuk membantu generasi muda Indonesia membangun pengetahuan, keterampilan, dan kepercayaan diri dalam mengelola keuangan, sehingga mampu mengambil keputusan finansial yang lebih sehat, tangguh, dan bertanggung jawab di masa depan.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru