Penyebaran narkotika di Indonesia semakin mengkhawatirkan karena telah membidik kalangan anak-anak dan remaja sebagai target pasar. Kondisi ini memicu kekhawatiran mendalam bagi selebritas Sarah Sechan.
Sarah kemudian mendorong dirinya untuk ikut ambil bagian dalam film terbaru berjudul MAJU: Jejak Pahit si Kembang Gula.
>>> Menag Ajak Masyarakat Tinggalkan Hoaks di Tahun Baru Islam
Film yang diarahkan oleh sutradara Franklin Darmadi ini memuat pesan krusial mengenai pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda.
Langkah edukasi melalui media hiburan dinilai sangat relevan dan strategis karena dekat dengan kehidupan masyarakat sehari-hari.
Dalam proyek layar lebar ini, artis berusia 52 tahun tersebut mendapatkan peran unik sebagai seorang ibu kepala desa.
"Aku di sini jadi ibu kades. Seperti apa dia?
Pokoknya karakternya misterius, enggak bisa ketebak," kata Sarah Sechan di Jakarta.
Sarah tidak bisa menyembunyikan rasa ngerinya melihat fakta bahwa anak-anak masa kini telah menjadi korban dari jaringan pengedar barang haram.
"Jujur ngeri sih lihat peredaran narkotika zaman sekarang, anak-anak sudah jadi korban," ucapnya.
>>> Rupiah Melemah ke Rp 17.725 per Dolar AS, Berbalik dari Penguatan Sebelumnya
Sebagai orang tua, Sarah menerapkan metode proteksi mandiri dengan mengarahkan buah hatinya untuk aktif dalam berbagai aktivitas positif demi mengisi waktu luang secara produktif.
Melalui keterlibatannya, ia berharap karya sinematik ini mampu meningkatkan kewaspadaan publik sekaligus menekan angka penyalahgunaan zat terlarang.
"Semoga lewat film ini peredaran narkotika yang bikin orang dewasa dan anak-anak bisa teratasi dan diberantas," ujarnya.
Film yang diproduksi oleh PANEN Entertainment ini mendapatkan dukungan resmi dari Badan Narkotika Nasional (BNN) serta Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.
Deputi Bidang Pencegahan BNN, Irjen Pol Muhammad Zainul Muttaqien, menegaskan bahwa proteksi terhadap generasi muda dari ancaman narkotika masih menjadi tantangan besar nasional.
Berdasarkan data Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tahun 2023, angka keterpaparan narkoba di Indonesia telah mencapai jutaan orang.
>>> Cara Cairkan Gift TikTok ke Rekening Bank, Begini Langkahnya
"Berdasarkan data dari BRIN di tahun 2023, ada 3,3 juta jiwa terpapar narkoba. Anak-anak berapa?
Usia 15 sampai 25 tahun ada 312.000 orang terpapar. Artinya ada 9,5 persen dari jumlah tersebut anak-anak kita terpapar narkoba," jelasnya.
Pihak BNN memproyeksikan film yang dijadwalkan tayang bioskop pada 6 Agustus 2026 ini bisa menjadi medium pencegahan yang efektif demi mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
"Lewat film ini kami berharap menjadi pencegahan agar tidak ada lagi anak-anak Indonesia menjadi korban atau terpapar narkotika," ujar Zainul.
Alur cerita film ini mengikuti petualangan empat sahabat, yakni Kirana, Hanna, Gerald, dan Bagas yang tengah melakukan survei lokasi jambore bersama guru mereka, Pak Wira.
Suasana ceria berubah mencekam dan penuh teka-teki saat Bagas mendadak hilang secara misterius di desa lokasi perkemahan, yang menjadi titik awal pengungkapan kasus narkoba di lingkungan remaja.
Sinema edukatif ini dibintangi oleh jajaran aktor papan atas seperti Bukie Mansyur, Sarah Sechan, Unang Bagito, Princesza Leticia, Bebe Gracia, Axandro J.
>>> AS dan Iran Tandatangani Kesepakatan Awal Buka Selat Hormuz
ED, Aradhana Rahadi, serta Alby Ersani.
