Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang wilayah daratan di 42 kilometer tenggara Kota Palu, Sulawesi Tengah, pada Selasa, 16 Juni 2026 pukul 11.27 WITA.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi pusat gempa dangkal berkedalaman 10 kilometer. Gempa dipicu aktivitas sesar aktif dengan mekanisme pergerakan geser turun, namun tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
>>> PBNU dan Pemerintah Berbeda Tetapkan Awal 1 Muharram 1448 H
Dampak Guncangan dan Kerusakan
Guncangan kuat dirasakan di Kota Palu, Kabupaten Sigi, Donggala, Poso, Parigi Moutong, hingga Tojo Una-Una.
Warga panik, pasien rumah sakit dievakuasi, dan sejumlah bangunan instansi serta rumah warga mengalami kerusakan sedang.
Kantor Bupati Sigi, Hotel Santika, Auditorium Universitas Tadulako, Hotel Best Western, Toko Star Kitchen, dan sebuah kafe dilaporkan mengalami kerusakan material pada bagian atap, plafon, maupun dinding.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parigi Moutong mencatat sedikitnya 15 rumah warga di empat desa mengalami kerusakan sementara, termasuk di Desa Torue dan Desa Sausu Trans.
Pelaksana Tugas Kepala BPBD Parigi Moutong Moh Rivai menjelaskan bahwa data ini masih bersifat sementara karena Tim Reaksi Cepat masih melakukan pendataan lapangan.
"Data ini masih bersifat sementara, karena Tim Reaksi Cepat (TRC) masih melakukan pendataan," kata Rivai di Parigi, Selasa (16/6/2026) dikutip dari Antara.
Pihak berwenang memastikan tidak ada laporan korban jiwa akibat peristiwa tersebut.
Evakuasi darurat sempat dilakukan bagi para pasien di fasilitas kesehatan seperti Rumah Sakit Anuntaloko Parigi Moutong dan Rumah Sakit Samaritan Palu.
Pelaksana Tugas Kepala RS Anuntaloko Irwan menyampaikan bahwa situasi operasional kini berangsur normal. Pemeriksaan kondisi fisik bangunan serta peralatan medis sedang dilaksanakan.
"Sempat pasien dievakuasi ke luar ruangan, sekarang sebagian besar sudah kami kembalikan ke ruang perawatan. Meski begitu kami tetap bersiaga, khawatir terjadi gempa susulan," ucapnya.
"Kami juga sedang melakukan periksa anggota kondisi bangunan RS dan peralatan medis lainnya. Perkembangan informasi akan kami sampaikan selanjutnya," tutur Irwan.
Korban Luka dan Penanganan
Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Palu melaporkan delapan orang warga di Kabupaten Sigi mengalami luka berat dan luka ringan akibat terkena reruntuhan bangunan.
Kepala SAR Palu Muh Rizal mengonfirmasi bahwa seluruh korban cedera kini telah dievakuasi ke fasilitas kesehatan terdekat.
Kondisi pasokan listrik dan antrean di SPBU wilayah terdampak dilaporkan tetap berjalan normal.
"Jumlah korban 8 orang, meninggal nihil," kata Rizal kepada kumparan, Selasa (16/6). Dua korban di antaranya mengalami luka berat berupa patah tulang serta benturan di kepala.
"Alhamdulillah tidak ada pemadaman listrik," terangnya. Rizal juga memastikan ketersediaan bahan bakar di lapangan tidak terganggu.
"Tidak ada antrean di SPBU," ujarnya.