⌂ Beranda News LPS Soroti Dampak FOMO dan YOLO Terhadap Finansial Generasi Muda
News

LPS Soroti Dampak FOMO dan YOLO Terhadap Finansial Generasi Muda

Generasi muda menggunakan ponsel dengan aplikasi pinjaman online
Generasi muda menggunakan ponsel dengan aplikasi pinjaman online
A A Ukuran Teks16px

Media sosial telah mengubah cara generasi muda mengambil keputusan finansial. Tren digital sering mendorong konsumsi yang kurang rasional demi menjaga citra gaya hidup.

Kondisi ini memicu peningkatan penggunaan fasilitas pembiayaan instan. Layanan paylater dan pinjaman online kerap menjadi jalan pintas untuk kebutuhan jangka pendek.

Literasi Keuangan Masih Rendah

Wakil Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Farid Azhar Nasution, menilai rendahnya literasi keuangan masih menjadi tantangan besar bagi generasi muda.

Dorongan mengikuti tren dan menjaga gengsi sering mengabaikan kemampuan finansial.

Akibatnya, berbagai instrumen pembiayaan konsumtif jadi pilihan instan tanpa mempertimbangkan dampak jangka panjang. Hal ini disampaikan Farid dalam keterangan yang dikutip dari Antara, Sabtu, 13 Juni 2026.

Penggunaan pinjaman online oleh kelompok usia muda telah mencapai 60 persen. Angka ini menjadi indikator pentingnya penguatan literasi dan kesadaran finansial sejak dini.

Menurut Farid, tantangan utama bukan pada jumlah pendapatan, melainkan kemampuan mengelola keinginan. Diskon, paylater, dan cicilan menuntut pengendalian diri dan penentuan prioritas.

Generasi muda didorong untuk membiasakan menabung rutin di bank sebagai langkah awal. Kebiasaan ini dapat membangun disiplin dan membantu perencanaan masa depan yang lebih terarah.

LPS menyebut fenomena FOMO (fear of missing out), YOLO (you only live once), dan FOPO (fear of other people's opinions) memicu keputusan finansial tidak rasional.

Hal ini berkontribusi pada tingginya penggunaan pinjaman online di kalangan anak muda.

📰 Update Terbaru