⌂ Beranda News Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Sulawesi Tengah, Delapan Orang Luka

Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Sulawesi Tengah, Delapan Orang Luka

Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Sulawesi Tengah, Delapan Orang Luka
Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Sulawesi Tengah
A A Ukuran Teks16px

Hingga saat ini, BMKG belum menerima laporan riil mengenai kemunculan fenomena likuifaksi maupun tanah longsor yang dipicu oleh gempa utama.

Masyarakat diminta mewaspadai struktur bangunan yang retak seiring terjadinya rangkaian gempa susulan.

Deputi Bidang Geofisika BMKG Nelly Florida mengonfirmasi bahwa pemantauan terhadap gempa susulan akan terus dilakukan secara berkala.

"Kami sampaikan bahwa sampai saat ini memang masih terjadi aftershock," ujar Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida.

Hingga pukul 12.17 WITA, BMKG mencatat setidaknya telah terjadi belasan kali aktivitas gempa susulan dengan magnitudo terbesar mencapai 5,1.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Abdul Muhari menyatakan bahwa proses verifikasi menyeluruh terkait tingkat kerusakan fisik bangunan di Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Parigi Moutong masih diolah secara terpadu oleh tim BPBD setempat.

"Laporan sementara mencatat adanya kerusakan pada sejumlah bangunan di beberapa titik di Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Parigi Moutong.

Namun, hingga siaran pers ini diterbitkan, rincian jumlah serta tingkat kerusakan masih dalam proses pendataan oleh tim BPBD setempat," kata Muhari.

"Pendataan terhadap kemungkinan adanya korban jiwa maupun warga yang mengungsi juga masih berlangsung," ujar Muhari.

Warga diimbau untuk menjauhi bangunan yang tidak stabil dan selalu merujuk pada kanal informasi resmi milik pemerintah.

Di area pemukiman Kelurahan Nunu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, sebagian besar warga memilih bertahan di area terbuka dan pinggir jalan karena masih khawatir terhadap guncangan susulan.

Salah seorang warga setempat, Sulistio Anggriawan, menceritakan besarnya kekuatan getaran gempa yang berlangsung sekitar 10 detik tersebut.

"Gempanya kuat sekali. Ini saja masih ada terasa goyang-goyang sedikit," ujarnya, seperti dilansir detikSulsel, Selasa (16/6/2026).

Rasa trauma membuat sebagian masyarakat memilih menunggu situasi benar-benar kondusif sebelum kembali ke dalam rumah.

"Masih belum berani masuk di dalam rumah. Karena trauma juga.

Kuat sekali," tambah Sulistio.

BMKG merilis imbauan tertulis agar masyarakat di wilayah Sulawesi Tengah tetap meningkatkan kewaspadaan mandiri pascagempa.

"Hati-hati terhadap gempa bumi susulan yang mungkin terjadi," tulis BMKG, Selasa (16/6/2026).

>>> Persis Solo Tunjuk Ricky Nelson sebagai Pelatih Baru

BMKG memperkirakan frekuensi dan kekuatan gempa susulan akan semakin menurun dalam beberapa waktu ke depan.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru