⌂ Beranda News BMKG: Cuaca Jakarta Lebih Gerah Akhir September 2026

BMKG: Cuaca Jakarta Lebih Gerah Akhir September 2026

BMKG: Cuaca Jakarta Lebih Gerah Akhir September 2026
Ilustrasi cuaca panas di Jakarta
A A Ukuran Teks16px

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi wilayah DKI Jakarta akan mengalami cuaca lebih gerah pada akhir September hingga Oktober 2026.

Kondisi ini terjadi karena posisi Matahari melintas di sekitar wilayah Pulau Jawa.

>>> Warren Buffett Ungkap Kesalahan Fatal Investor Pemula di Pasar Saham

"Biasanya DKI Jakarta itu akan terasa lebih 'sumuk' (gerah) sekitar bulan September akhir hingga Oktober karena posisi Matahari melintas di atas Pulau Jawa," kata Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, Kamis (11/06).

Sebelum fase gerah, Pulau Jawa akan melewati puncak musim kemarau pada Juli-Agustus. Udara menjadi lebih kering dengan curah hujan minim dan kelembapan menurun signifikan.

>>> Jadwal Semifinal Upper Bracket Playoff MPL ID S17 11 Juni 2026

"Itu karakteristik khas Pulau Jawa saat puncak musim kemarau. Temperatur akan naik sekitar September dan Oktober," jelas Ardhasena.

Berkurangnya hujan juga berdampak pada kualitas udara di Jakarta. Polutan tidak tercuci secara alami tanpa air hujan.

>>> Kemensos Salurkan Bansos PKH dan BPNT 2026 Tahap Kedua Secara Digital

BMKG juga mendeteksi fenomena El Niño yang diperkirakan berkembang dari pertengahan 2026 hingga awal 2027. Pengumuman resmi prakiraan musim hujan 2026/2027 akan dirilis pada Agustus mendatang.

"Musim hujan terdampak El Niño biasanya total curah hujan sedikit menurun, tapi masih cukup banyak untuk aktivitas seperti pertanian," terang Ardhasena.

>>> Fenomena 'Home Bias' dan Depresiasi Ekstrem Rupiah

Pergerakan musim hujan di Indonesia tidak serentak. Wilayah Sumatera bagian barat, seperti Jambi dan Sumatera Selatan, diprediksi memasuki musim hujan lebih awal pada Oktober.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru