"Kondisi saat ini masih normal," lanjutnya.
Bupati Sigi Moh Rizal Intjenae bersama Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny A Lamadjido langsung turun ke lapangan untuk meninjau titik terdampak di kawasan Nokilalaki dan Palolo.
>>> Tujuh Finalis The Icon Indonesia Melaju ke Babak Top 7 Final
Mereka juga memeriksa penanganan korban di RSUD Torabelo.
Pemerintah Kabupaten Sigi telah menginstruksikan seluruh dinas terkait untuk mempercepat proses pendataan kerusakan infrastruktur, termasuk penanganan beberapa ruas jalan trans yang tertimbun longsor.
"Saya sudah mendatangi Pusdalops BPBD Sigi, dilanjutkan mengecek kondisi masyarakat yang berada di RSUD Torabelo," kata Bupati Rizal saat ditemui awak media di Dolo, Selasa.
"Tentunya kami terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulteng dan berbagai pihak terkait, guna penanganan korban serta pendataan dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terpadu, demi keselamatan dan kebutuhan masyarakat," ucapnya.
Bupati Rizal juga menambahkan adanya laporan korban luka akibat reruntuhan material bangunan rumah warga.
"Data sementara ada enam korban reruntuhan luka-luka dan dua orang lainnya langsung dirujuk ke RSUD Torabelo.
Untuk rumah rusak di Kabupaten Sigi sedang dilakukan pendataan oleh BPBD setempat," sebutnya.
Masyarakat diminta tetap tenang sembari meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya longsoran di jalur transportasi. "Imbauan kami agar masyarakat tidak panik dan tetap waspada.
Untuk warga yang mengalami luka-luka agar segera ke RSUD Torabelo sehingga mendapatkan perawatan intensif," kata Bupati Rizal.
Pernyataan BMKG dan Imbauan
BMKG melalui konferensi pers resminya menegaskan kembali bahwa aktivitas kegempaan ini tidak memicu tsunami berdasarkan hasil pemantauan stasiun pasang surut di Parigi dan Poso.
Kepala BMKG Wijayanto menjelaskan bahwa anomali muka air laut yang terdeteksi di Pelabuhan Pantoloan sangat kecil dan berada dalam batas aman.
"Kita juga memantau beberapa stasiun pasang surut yang berada di sekitar wilayah sumber gempa.
Pertama di wilayah Parigi kita tidak mendeteksi adanya kenaikan muka air laut di Poso," kata Kepala BMKG Wijayanto.
"Cuma ada sedikit di Pelabuhan Pantoloan ada sedikit kenaikan sekitar 7,5 centimeter. Jadi sangat sekecil sekali.
Jadi kita pastikan bahwa ini bukan gelombang yang berbahaya," ujar Wijayanto.
Terkait risiko likuifaksi seperti bencana tahun 2018, Wijayanto menyebutkan potensi tersebut secara teoretis tetap ada di area berpasir dengan muka air tanah tinggi.
Namun diperkirakan tidak akan sesignifikan masa lalu karena energi gempa saat ini jauh lebih kecil.
"Tapi kan likuifaksi tidak terjadi di semua wilayah ya.
>>> Prancis vs Senegal Buka Grup I Piala Dunia 2026
Hanya wilayah-wilayah tertentu, dimana wilayah itu yang daerah yang berpasir, terus ada potensi air naik dan seterusnya, yang utamanya disitu," kata Wijayanto saat konferensi pers.