>>> Wali Kota Medan Resmi Buka Pekan Kuliner Halal ke-5 Tahun 2026
Salah satunya adalah tindakan mencuci muka terlalu sering karena anggapan keliru bahwa wajah berminyak harus terus-menerus dibersihkan.
Mencuci wajah berlebihan justru berisiko merusak lapisan pelindung alami kulit dan memicu iritasi.
Dr. Ho menyarankan aktivitas membersihkan wajah ini dilakukan maksimal dua kali sehari yang kemudian diikuti dengan pemakaian pelembap.
Kesalahan umum lain adalah penggunaan bahan aktif seperti AHA, BHA, dan retinoid secara berlebihan akibat terpengaruh tren internet.
Alih-alih menyembuhkan, tindakan ini justru memicu kemerahan, kulit sensitif, hingga jerawat yang kian meradang.
Remaja juga dilarang keras memencet jerawat atau menyentuh wajah dengan tangan kotor. Jari yang tidak steril dapat memindahkan bakteri secara langsung dan memperluas infeksi pada kulit.
Pengaruh Gaya Hidup terhadap Kesehatan Kulit
Kesehatan kulit tidak semata-mata ditentukan oleh perawatan dari luar, melainkan juga sangat dipengaruhi oleh pola hidup sehari-hari.
Konsumsi makanan tinggi gula, produk olahan susu tertentu, serta asupan dengan indeks glikemik tinggi terbukti memicu kemunculan jerawat pada sebagian remaja.
Selain itu, faktor kurang tidur dan tingkat stres tinggi turut mengacaukan regulasi hormon tubuh.
Bagi anak berusia 8 hingga 12 tahun yang aktif berolahraga, kebiasaan langsung mandi atau menyeka tubuh dengan tisu basah hipoalergenik setelah berkeringat sangat disarankan demi menekan penumpukan bakteri.
>>> Tiket Konser BTS ARIRANG di Jakarta Ludes Terjual
Kedisiplinan dalam menerapkan perawatan sederhana dan menjaga pola hidup sehat menjadi kunci utama bagi remaja untuk melewati fase perubahan kulit ini dengan baik.