Acer Indonesia kembali memperkuat komitmen keberlanjutan melalui inisiatif #SayangBumi yang memasuki tahun keenam.
Tahun ini, program berfokus pada sektor pendidikan dengan melibatkan 50 SMA di wilayah Jabodetabek.
>>> Transmart Full Day Sale 14 Juni 2026: Diskon hingga 50% + 20%
Target pengumpulan limbah elektronik atau e-waste yang ditetapkan mencapai 5 ton, meningkat dari perolehan tahun sebelumnya yang sebesar 3 ton.
Langkah ini diambil karena kesadaran lingkungan yang dipupuk sejak usia dini dinilai sebagai investasi jangka panjang.
Ribuan siswa akan mendapatkan edukasi langsung melalui rangkaian workshop e-waste yang dijadwalkan berlangsung dari Juni hingga November 2026.
Melibatkan Siswa sebagai Changemaker
Setiap sekolah didorong untuk melahirkan perwakilan siswa yang akan bertindak sebagai penggerak aktif melalui gerakan #SayangBumi Changemaker.
>>> BPJS Kesehatan Perkuat TKMKB untuk Jaga Mutu Layanan JKN
Sebanyak 3 siswa terbaik dari setiap sekolah akan disaring, sehingga terbentuk komunitas beranggotakan 150 siswa Changemaker di seluruh Jabodetabek.
"Mereka bukan sekadar peserta workshop, mereka adalah duta siswa yang aktif menggerakkan ribuan rekan-rekannya," ujar President Director Acer Indonesia, Leny Ng.
Fasilitas penampungan e-waste disediakan di 50 sekolah peserta serta beberapa titik tambahan di Jabodetabek yang akan diumumkan secara berkala.
Masyarakat umum juga dapat berkontribusi dalam pengelolaan sampah elektronik secara bertanggung jawab.
Untuk memastikan keamanan proses daur ulang, Acer Indonesia menjalin kemitraan dengan EwasteRJ sebagai mitra edukasi dan pengolah limbah bersertifikasi resmi.
>>> Rupiah Berpotensi Menguat Menuju Level Rp 17.500 per Dolar AS
Founder EwasteRJ, Rafa Jafar, mengapresiasi langkah konkret Acer Indonesia yang merangkul berbagai elemen masyarakat.
"Kami berharap semakin banyak generasi muda yang memahami pentingnya pengelolaan limbah elektronik," kata Rafa.
Program #SayangBumi telah berjalan sejak 2021 dengan cakupan aktivitas meliputi edukasi lingkungan, aksi pembersihan pantai, penanaman mangrove, hingga pembagian bibit pohon.
Pada periode sebelumnya, gerakan ini sukses mengumpulkan lebih dari 3 ton sampah elektronik dan menanam 2.000 bibit pohon.
>>> Fibrelayering: Metode Konsumsi Serat Bertahap untuk Kesehatan Pencernaan
Seluruh rangkaian workshop dan pengumpulan limbah elektronik akan berlangsung hingga November 2026.
