⌂ Beranda News Rupiah Berpotensi Menguat Menuju Level Rp 17.500 per Dolar AS

Rupiah Berpotensi Menguat Menuju Level Rp 17.500 per Dolar AS

Rupiah Berpotensi Menguat Menuju Level Rp 17.500 per Dolar AS
Grafik nilai tukar rupiah terhadap dolar AS
A A Ukuran Teks16px

Nilai tukar rupiah berpotensi menguat menuju level Rp 17.500 per dolar AS pada pekan depan. Hal ini setelah respons positif pasar terhadap kebijakan Bank Indonesia dan pemerintah.

Sebelumnya, pada perdagangan Jumat (12/6/2026), rupiah ditutup menguat 128 poin ke posisi Rp 17.860 per dolar AS.

>>> Christopher Nolan Luncurkan Fitur Bandingkan Format Layar Film The Odyssey

Kombinasi faktor moneter dan fiskal yang solid menjadi penyokong utama pergerakan mata uang domestik.

Faktor Penguatan Rupiah

Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia, Fakhrul Fulvian, menjelaskan bahwa koordinasi langkah stabilisasi domestik mulai direspons baik oleh pelaku pasar.

"Rupiah masih berpotensi menguat pada pekan depan dengan kecenderungan bergerak menuju kisaran Rp 17.500 per dolar AS," ujarnya.

>>> Thrustmaster Luncurkan Joystick T.Flight Hotas 5 untuk Simulator Penerbangan

Faktor utama penguatan berasal dari kebijakan Bank Indonesia yang menaikkan suku bunga acuan secara kumulatif sebesar 75 basis poin.

Langkah ini bertujuan menjaga daya tarik aset domestik.

>>> Mitra Keluarga dan Kalbe Edukasi Masyarakat Cegah Risiko Penyakit Jantung

Selain itu, penyesuaian harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax dan efisiensi anggaran memperkuat persepsi positif pasar terhadap kedisiplinan fiskal pemerintah.

Tiga pilar stabilisasi—moneter, subsidi energi, dan disiplin anggaran—kini dinilai bekerja bersamaan.

Fakhrul memperkirakan rupiah bergerak di kisaran Rp 17.450 - 17.650 per dolar AS pada pekan depan dengan kecenderungan menguat.

>>> Sandiaga Uno Dorong Kolaborasi UMKM Hadapi Tantangan Ekonomi Digital

Meski demikian, investor tetap perlu mencermati faktor eksternal seperti arah kebijakan suku bunga The Fed, pergerakan imbal hasil obligasi AS, serta perkembangan geopolitik global yang dapat memengaruhi arus modal dan sentimen pasar.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru