⌂ Beranda News Tinggi dan Berat Badan Orang Tua Pengaruhi Pertumbuhan Janin Sejak dalam Kandungan

Tinggi dan Berat Badan Orang Tua Pengaruhi Pertumbuhan Janin Sejak dalam Kandungan

Tinggi dan Berat Badan Orang Tua Pengaruhi Pertumbuhan Janin Sejak dalam Kandungan
Ilustrasi ibu hamil melakukan pemeriksaan kehamilan
A A Ukuran Teks16px

Faktor genetik orang tua memiliki keterkaitan erat dengan pertumbuhan bayi sejak dalam kandungan. Kondisi fisik dan status gizi ayah dan ibu memberikan dampak signifikan terhadap perkembangan janin.

Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa tinggi dan berat badan orang tua berhubungan langsung dengan ukuran tubuh anak saat lahir hingga fase kehidupan selanjutnya.

>>> Saham SpaceX Melonjak 19 Persen pada Debut IPO Terbesar Sepanjang Sejarah

Riset tersebut dilakukan oleh Hirabai Cowasji Jehangir Medical Research Institute di Pune, India, melalui proyek Mother and Infant Study (MAI).

Proyek ini memantau perkembangan perempuan sejak awal kehamilan hingga setelah melahirkan.

Sebagian pengamatan dilakukan di kawasan pedesaan sekitar 50 km dari Pune, yang memiliki tingkat kerawanan kekurangan gizi tinggi.

Penelitian mengamati 134 triad yang terdiri dari ibu, ayah, dan anak. Data menunjukkan setiap penambahan 1 kg berat badan ibu selama kehamilan meningkatkan berat janin sebesar 21 gram.

Tinggi badan orang tua juga memengaruhi dimensi tubuh bayi.

Tinggi badan ibu berhubungan dengan panjang badan bayi laki-laki, sedangkan tinggi badan ayah memengaruhi panjang badan bayi perempuan.

>>> Bumi Resources Percepat Diversifikasi ke Tambang Non-Batu Bara

Status gizi orang tua memegang kendali krusial bagi kesehatan anak yang berkembang di dalam rahim.

"Status gizi orang tua berdampak pada kesehatan anak," ujar Khadilkar, dikutip dari Times of India.

Pengaruh fisik ayah terhadap janin mulai terdeteksi setelah usia kehamilan memasuki minggu ke-28 atau trimester ketiga.

Setiap penambahan tinggi badan ayah sebesar 1 cm berkorelasi dengan kenaikan berat janin 19 gram.

Ayah yang lebih tinggi cenderung memiliki bayi dengan bobot lebih besar.

Namun, kecenderungan ini bukan kepastian mutlak karena pertumbuhan janin dipengaruhi kombinasi faktor genetik, nutrisi, dan kesehatan kedua orang tua.

"Dengan demikian, ayah yang lebih bergizi akan memiliki bayi yang lebih sehat," katanya. Temuan ini menegaskan pentingnya kontribusi biologis dan gizi ayah selama kehamilan istri.

>>> 4 Cara Mudah Cek Saldo BPJS Ketenagakerjaan Online dan Offline

Para peneliti mencatat bahwa orang tua dengan berat badan berlebih tidak otomatis melahirkan bayi lebih sehat.

"Kami tidak menyarankan bahwa orang tua yang kelebihan berat badan atau obesitas akan memiliki bayi yang lebih sehat," tambah Khadilkar.

Kecukupan asupan nutrisi selama kehamilan menjadi pilar utama untuk pertumbuhan janin optimal. Bayi dari ibu dengan peningkatan berat badan ideal menunjukkan indikator kesehatan lebih baik.

"Jika para ibu mendapatkan nutrisi cukup pada dan setelah usia kehamilan enam bulan, kesehatan bayi mereka akan jauh lebih baik.

Studi ini menggarisbawahi perlunya intervensi sebelum dan selama kehamilan untuk memastikan penambahan berat badan yang optimal," kata Khadilkar.

Kekurangan gizi pada ibu hamil berisiko memicu dampak buruk lintas generasi. Ibu dengan malnutrisi berpeluang melahirkan anak dengan kualitas kesehatan rendah, dan dampaknya bisa berlanjut saat anak dewasa.

>>> Alwi Farhan dan Ubed Melaju ke Semifinal Australian Open 2026

"Jika seorang ibu tidak cukup gizi, ia seringkali akan melahirkan bayi dengan kesehatan buruk. Anak ini kemungkinan besar akan membesarkan anak yang juga tidak cukup gizi," kata Khadilkar.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru