DANA Indonesia mengampanyekan pelestarian ekosistem pesisir melalui fitur interaktif Ocean Buddy dalam aplikasi mereka. Langkah ini bertujuan mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga kelestarian laut.
Kegiatan diwujudkan melalui aksi bersih-bersih di Pantai Petitenget, Badung, Bali, pada Jumat (13/6/2026).
>>> Saham SpaceX Melonjak 19 Persen pada Debut IPO Terbesar Sepanjang Sejarah
Perusahaan dompet digital itu menggandeng Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Pemerintah Provinsi Bali, dan para relawan.
Fitur Ocean Buddy untuk Konservasi Hiu Paus
Melalui fitur permainan Ocean Buddy, pengguna aplikasi dapat mengumpulkan poin yang dikonversi menjadi bantuan pendanaan.
Program ini mendukung konservasi hiu paus di pesisir selatan Pulau Jawa bersama Ant International dan Conservation International.
“Ocean Buddy merupakan salah satu upaya kami untuk mengedukasi sekaligus mengajak jutaan pengguna DANA agar turut berpartisipasi dalam menjaga ekosistem laut Indonesia,” ujar Olavina Harahap, Director of Communications DANA Indonesia.
>>> Bumi Resources Percepat Diversifikasi ke Tambang Non-Batu Bara
Inisiatif ini menjadi langkah awal perusahaan untuk menyeimbangkan kampanye pelestarian lingkungan yang selama ini lebih banyak dilakukan secara digital.
Gerakan luring diharapkan memperluas dampak positif secara langsung.
“Sebenarnya kami sudah melakukan komitmen di dalam aplikasi, tapi mungkin yang offline-nya belum. Makanya ada kesempatan hari ini kita lakukan juga,” katanya.
>>> 4 Cara Mudah Cek Saldo BPJS Ketenagakerjaan Online dan Offline
Persoalan kerusakan lingkungan pesisir dinilai erat kaitannya dengan stabilitas ekonomi masyarakat. Berdasarkan data KKP, pencemaran sampah di laut berpotensi memangkas pendapatan nelayan hingga 30 persen.
“Karena kami bergerak di ekonomi digital, kami juga melihat bagaimana ekonomi bakal terdampak kalau lingkungannya rusak,” ujar Olavina.
Selain isu lingkungan maritim, DANA juga mengintegrasikan komitmen pemberdayaan masyarakat melalui program SisBerdaya.
Program yang memasuki tahun keempat ini fokus pada pendampingan, pelatihan, dan bantuan modal bagi UMKM perempuan, termasuk penyandang disabilitas.
>>> Alwi Farhan dan Ubed Melaju ke Semifinal Australian Open 2026
“Ekonomi digital di Indonesia tidak bisa dilepaskan dari UMKM. Kontribusi UMKM lebih dari 60% terhadap PDB, dan lebih dari 60% UMKM dikelola oleh perempuan,” jelas Olavina.
