⌂ Beranda News Dokter Kulit Ungkap Kebiasaan yang Perburuk Jerawat Remaja

Dokter Kulit Ungkap Kebiasaan yang Perburuk Jerawat Remaja

Dokter Kulit Ungkap Kebiasaan yang Perburuk Jerawat Remaja
Remaja dengan jerawat di wajah
A A Ukuran Teks16px

Masa pubertas membawa perubahan besar pada kulit remaja akibat fluktuasi hormon. Peningkatan hormon merangsang produksi minyak berlebih yang memicu komedo, kulit berminyak, hingga jerawat.

Dokter spesialis kulit Dr. Stephanie Ho menjelaskan bahwa transisi kulit dari anak-anak ke remaja diiringi peningkatan produksi sebum.

>>> Pertamina Patra Niaga Pastikan Pasokan Pertalite Aman di Seluruh Indonesia

Kondisi ini dapat menyumbat pori-pori dan menimbulkan masalah kulit.

Banyak remaja berusaha mendapatkan kulit bersih, namun beberapa kebiasaan justru memperparah kondisi kulit. Berikut kebiasaan yang perlu dihindari.

Kesalahan dalam Merawat Kulit

Kesalahan pertama adalah mencuci wajah terlalu sering. Membersihkan wajah lebih dari dua kali sehari dapat mengikis lapisan pelindung alami kulit.

Akibatnya, kulit menjadi kering dan iritasi. Tubuh kemudian memproduksi lebih banyak minyak sebagai mekanisme pertahanan.

Kesalahan kedua adalah mengikuti tren produk perawatan berbahan aktif seperti AHA, BHA, dan retinoid secara berlebihan.

>>> Mengenal Manfaat Probiotik dan Kandungan Gula Tambahan di Dalamnya

Tanpa pendampingan ahli, bahan tersebut dapat membuat kulit sensitif, kemerahan, mengelupas, dan memperburuk peradangan.

Kebiasaan ketiga adalah menyentuh wajah atau memencet jerawat. Tangan yang kotor membawa bakteri ke permukaan kulit, meningkatkan risiko infeksi.

Memencet jerawat juga merusak jaringan kulit dan memperparah peradangan. Tindakan ini meninggalkan bekas yang sulit dihilangkan.

Pengaruh Gaya Hidup terhadap Kulit

Kondisi kulit tidak hanya dipengaruhi perawatan luar, tetapi juga gaya hidup. Dr. Stephanie Ho menjelaskan bahwa pola makan tertentu berkontribusi terhadap jerawat pada sebagian orang.

>>> Kejagung Tetapkan Komisaris PT YAT Tersangka Korupsi Badan Gizi

Konsumsi makanan tinggi gula, minuman manis, produk olahan susu, dan makanan dengan indeks glikemik tinggi dapat mengganggu keseimbangan hormon.

Kualitas tidur juga berperan penting.

Kurang tidur meningkatkan kadar hormon stres atau kortisol yang merangsang produksi minyak berlebih, sehingga kulit lebih rentan meradang.

Tingkat stres yang tinggi turut memperburuk kesehatan kulit. Saat stres, tubuh memproduksi hormon yang memicu kelenjar minyak bekerja lebih aktif, sehingga pori-pori mudah tersumbat.

Meskipun jerawat dan kulit berminyak adalah bagian normal dari pertumbuhan, para ahli menekankan pentingnya rutinitas perawatan kulit yang sehat sejak dini.

>>> Harga Emas Dunia Menguat ke Level US$ 4.219 per Ons Troi

Kebiasaan konsisten, pola makan seimbang, tidur cukup, dan pengelolaan stres yang baik membantu remaja menjaga kesehatan kulit dan kepercayaan diri.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru