Metode fibrelayering kini mulai banyak diterapkan sebagai alternatif untuk menjaga kelancaran sistem pencernaan tubuh.
Langkah ini muncul setelah tren terdahulu, yaitu fibremaxxing, dinilai para ahli gizi berpotensi memicu gangguan pada pencernaan akibat konsumsi serat berlebih dalam satu kali makan.
>>> Christopher Nolan Luncurkan Fitur Bandingkan Format Layar Film The Odyssey
Kebutuhan serat harian yang terpenuhi dengan baik diketahui mampu meminimalkan risiko penyakit berbahaya. Beberapa di antaranya meliputi kanker usus, penyakit jantung, hingga demensia.
Apa Itu Fibrelayering?
Fibrelayering merupakan teknik mengonsumsi serat yang dilakukan secara bertahap serta tersebar merata sepanjang hari.
Konsep ini berbeda dengan fibremaxxing yang sekadar mengutamakan kuantitas serat dalam satu waktu makan saja.
Sasha Watkins, ahli nutrisi sekaligus Head of Health Mindful Chef, menerangkan bahwa pola ini mengutamakan konsistensi secara perlahan.
Menurutnya, asupan serat idealnya didistribusikan secara seimbang mulai dari menu sarapan, makan siang, makan malam, hingga camilan.
Penerapan pola bertahap tersebut bertujuan untuk memelihara mikrobioma usus. Hal ini dikarenakan tubuh memerlukan beragam jenis serat yang mengemban fungsi berbeda-beda.
Pentingnya Keberagaman Jenis Serat
Serat pangan merupakan bentuk karbohidrat alami yang diperoleh dari tumbuh-tumbuhan. Selain menjaga saluran cerna, komponen ini juga berfungsi mengendalikan berat badan sekaligus mencegah terjadinya sembelit.
Dr. Emily Leeming, pakar diet sekaligus penulis buku Fibre Power, menjelaskan keunikan dari setiap jenis serat.
"Sebagian serat membantu memperlambat pelepasan gula ke dalam aliran darah, sebagian lainnya membantu menurunkan kolesterol jahat untuk mendukung kesehatan jantung.
Ada juga yang menambah volume makanan sehingga memberikan rasa kenyang lebih lama," ujar Leeming.
>>> Thrustmaster Luncurkan Joystick T.Flight Hotas 5 untuk Simulator Penerbangan
Dalia Weinreb, ahli diet terdaftar, menambahkan bahwa variasi serat jauh lebih mendesak dibandingkan sekadar mengejar target angka konsumsi harian.
Keberagaman tersebut berperan penting dalam memberi nutrisi bagi mikroba usus yang bervariasi.
"Kita mendapatkan manfaat dari berbagai jenis serat yang memberi makan mikroba usus yang berbeda dan mendukung berbagai proses fisiologis dalam tubuh," jelas Weinreb.
Cara Menerapkan Fibrelayering
Weinreb merekomendasikan metode kombinasi berbagai macam sumber serat dalam menu makanan sehari-hari. Terdapat empat kategori serat yang dapat dipadukan oleh masyarakat.
1. Serat Larut (Soluble Fibre)
Jenis serat ini dapat diperoleh dari konsumsi oat, chia seed, biji rami, lentil, kacang-kacangan, apel, dan wortel. "Jenis serat ini membentuk zat menyerupai gel di dalam usus.
Manfaatnya antara lain membantu mengontrol gula darah, menurunkan kolesterol LDL, dan meningkatkan rasa kenyang," ujar Weinreb.
2. Serat Tidak Larut (Insoluble Fibre)
Kandungan serat tidak larut melimpah pada biji-bijian utuh, beras merah, quinoa, sayuran hijau, kacang-kacangan, serta kulit tanaman.
Weinreb memaparkan bahwa komponen ini berguna meningkatkan volume feses demi kelancaran buang air besar.
