⌂ Beranda News Wanita di China Masuk IGD Akibat Diet Ekstrem dan Makan Balas Dendam

Wanita di China Masuk IGD Akibat Diet Ekstrem dan Makan Balas Dendam

Wanita di China Masuk IGD Akibat Diet Ekstrem dan Makan Balas Dendam
Ilustrasi wanita sakit perut di rumah sakit
A A Ukuran Teks16px

Seorang wanita berusia 25 tahun di Hangzhou, Provinsi Zhejiang, China, dilarikan ke ruang gawat darurat setelah didiagnosis mengidap pankreatitis akut.

Kondisi medis parah ini dipicu oleh metode diet kelaparan ekstrem yang dikombinasikan dengan makan besar sekali seminggu.

>>> Transmart Full Day Sale 14 Juni 2026: Diskon hingga 50% + 20%

Pasien dengan nama samaran Qingqing awalnya memiliki berat badan 55 kilogram dengan tinggi badan 1,5 meter.

Demi menurunkan berat badan, ia membatasi asupan energi di bawah 800 kalori per hari selama enam hari. Ia hanya mengonsumsi sayuran rebus, dada ayam, serta buah-buahan rendah gula.

Metode ketat ini sempat menurunkan berat badannya secara instan sebanyak 7,5 kilogram dalam satu bulan hingga mencapai 47,5 kilogram.

Namun, petaka muncul ketika Qingqing melakukan aksi balas dendam pada hari bebas makan.

>>> BPJS Kesehatan Perkuat TKMKB untuk Jaga Mutu Layanan JKN

Ia mengonsumsi satu ember besar ayam goreng di siang hari dan dua bungkus mi instan super pedas pada malam hari.

Qingqing kemudian mengalami nyeri luar biasa yang menusuk di bagian perut, pinggang, hingga punggung disertai muntah-muntah hebat menjelang larut malam.

Kondisi kritis tersebut memaksa pihak keluarga membawanya ke The First Affiliated Hospital of Zhejiang University School of Medicine.

Penjelasan Medis

Tim dokter yang menangani kasus ini menjelaskan bahwa pola makan ekstrem tersebut memaksa organ pankreas bekerja melampaui batas.

Saat tubuh mengalami kelaparan jangka panjang, pankreas akan menyesuaikan diri ke mode siaga dengan beban kerja rendah. Produksi enzim pencernaan berkurang drastis.

>>> Rupiah Berpotensi Menguat Menuju Level Rp 17.500 per Dolar AS

Ketika makanan tinggi minyak, lemak, dan kalori tiba-tiba masuk dalam jumlah besar, pankreas dipaksa memproduksi enzim pencernaan dalam jumlah raksasa dalam waktu singkat.

Lonjakan mendadak ini menyebabkan sistem pertahanan organ dalam tersebut mengalami kegagalan fungsi biologis.

"Enzim-enzim pencernaan ini akhirnya meluap dan justru berbalik menghancurkan serta merusak organ pankreas itu sendiri," jelas salah satu tim dokter rumah sakit tersebut.

Pihak medis menyatakan bahwa kasus gangguan pankreas serupa kini semakin marak ditemukan pada usia muda.

>>> Fibrelayering: Metode Konsumsi Serat Bertahap untuk Kesehatan Pencernaan

Fenomena ini terjadi akibat meningkatnya tren diet ketat yang dibarengi dengan pola makan balas dendam di kalangan remaja dan dewasa muda.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru