⌂ Beranda News Bumi Resources Percepat Diversifikasi ke Tambang Non-Batu Bara

Bumi Resources Percepat Diversifikasi ke Tambang Non-Batu Bara

Bumi Resources Percepat Diversifikasi ke Tambang Non-Batu Bara
Ilustrasi tambang non-batu bara Bumi Resources
A A Ukuran Teks16px

PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mempercepat transformasi bisnis menjadi perusahaan tambang multi-platform. Langkah ini dilakukan melalui pengembangan berbagai proyek strategis non-batu bara.

Diversifikasi ini bertujuan memperkuat struktur pendapatan perseroan di luar sektor batu bara. Selama ini, batu bara menjadi penopang utama bisnis BUMI.

>>> 4 Cara Mudah Cek Saldo BPJS Ketenagakerjaan Online dan Offline

Proyek Non-Batu Bara Mulai Matang

Analis Panin Sekuritas Cliff Nathaniel menilai pasar mulai memberi perhatian lebih pada aset non-batu bara BUMI. Sejumlah proyek kini telah memasuki tahap yang lebih matang.

Salah satu proyek terdekat adalah Wolfram Limited di Queensland, Australia. Proyek ini ditargetkan memulai penambangan pada April 2026 dan produksi komersial pada Mei hingga Juli 2026.

Wolfram telah mengamankan kontrak penjualan (offtake) selama tujuh tahun dengan Glencore untuk seluruh hasil produksi dari tambang Mt.

Carlton.

"Ini penting karena BUMI tidak hanya masuk aset non-coal, tetapi sudah memiliki jalur pemasaran jelas untuk output produksinya," ujar Cliff Nathaniel.

Selain Wolfram, BUMI memiliki eksposur pada Jubilee Metals Limited (JML) yang ditargetkan berproduksi pada kuartal IV/2026.

>>> Alwi Farhan dan Ubed Melaju ke Semifinal Australian Open 2026

Perseroan juga sedang menuntaskan rencana akuisisi 45 persen saham PT Laman Mining yang ditargetkan selesai pada Agustus 2026.

"Bisnis batu baranya masih kuat, efisiensi operasional membaik, sementara aset non-coal mulai masuk fase konkret.

Jika Wolfram, JML, dan Laman Mining mulai berkontribusi signifikan, target EBITDA 50:50 bisa saja tercapai lebih cepat," jelas Cliff Nathaniel.

Kinerja Batu Bara Tetap Solid

Meskipun memacu sektor non-batu bara, lini bisnis batu bara tetap menjadi pilar utama pendapatan. Pada kuartal I/2026, pendapatan BUMI naik 19,7 persen menjadi USD417,7 juta.

Laba bersih tumbuh 36,6 persen menjadi USD41,1 juta seiring kenaikan produksi sebesar 19,2 juta ton.

"Untuk emiten dengan earnings USD, pelemahan rupiah bisa menjadi natural hedge ketika ada kewajiban rupiah.

>>> Wanita di China Masuk IGD Akibat Diet Ekstrem dan Makan Balas Dendam

Kalau arus kas USD BUMI tetap kuat, kemampuan perseroan memenuhi kewajiban rupiah berpotensi lebih terjaga," kata Cliff Nathaniel.

Anak Usaha BRMS Juga Ekspansi

Anak usaha BUMI, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), terus meningkatkan volume produksi melalui pengembangan kawasan tambang PT Citra Palu Mineral.

Analis Ajaib Sekuritas Asia Rizal Rafly melihat kemajuan operasional yang berkelanjutan di seluruh area pengembangan utama BRMS.

Aset inti BRMS disiapkan untuk mendukung pertumbuhan produksi jangka pendek sekaligus mempercepat transisi menuju penambangan bawah tanah berkualitas tinggi.

Strategi ini diproyeksikan menjadi katalis utama kinerja BRMS di masa depan.

Langkah ekspansi dan kinerja operasional yang solid turut berdampak positif pada saham BUMI.

>>> Acer Indonesia Targetkan Kumpulkan 5 Ton E-Waste Lewat Program SayangBumi

Berdasarkan data RTI Infokom, saham BUMI menjadi salah satu buruan utama investor asing pada perdagangan Senin (8/6/2026) saat IHSG turun tajam 4,52 persen ke level 5.342,13.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru