Walmart (WMT) dijadwalkan merilis hasil kuartal pertama fiskal 2026 pada 21 Mei mendatang.
Rilis ini terjadi di tengah tekanan tarif, inflasi yang masih tinggi, dan kenaikan harga bahan bakar.
>>> Jagung Futures Tertekan Minyak Mentah Anjlok Akibat Negosiasi AS-Iran
Meskipun lingkungan makroekonomi menantang, Walmart diperkirakan kembali mencatat pertumbuhan kuat. Diversifikasi pendapatan menjadi kunci utama ketahanan perusahaan.
Saham Walmart telah naik 19% sejak awal tahun. Kenaikan ini mencerminkan kemampuan peritel tersebut menarik pelanggan di toko fisik maupun kanal digital.
Kinerja dan Katalis Utama
Walmart diposisikan dengan baik untuk menghasilkan kinerja Q1 yang solid. Momentum bisnis inti tetap stabil, didukung skala besar, strategi fokus pada nilai, dan ekspansi e-commerce yang cepat.
>>> Derek Jacobi di Usia 87: Cinta, Penuaan, dan Kehidupan Bersama Richard Clifford
Bisnis dengan margin tinggi seperti iklan dan program keanggotaan semakin berkontribusi pada profitabilitas. E-commerce tetap menjadi mesin pertumbuhan terbesar Walmart.
Manajemen memperkirakan operasi digital akan memimpin pertumbuhan pendapatan secara keseluruhan. Penjualan toko dan klub juga diproyeksikan tumbuh stabil.
>>> Hasbro Catat Penjualan Kuartal I di Atas Ekspektasi Meski Inflasi Tinggi
Di Amerika Serikat, Walmart kemungkinan melanjutkan pertumbuhan penjualan toko yang kuat. Layanan seperti penjemputan dan pengiriman ke rumah tetap populer di kalangan konsumen.
Pendapatan iklan juga mulai menjadi kontributor yang lebih besar. Walmart mampu memonetisasi basis pelanggan yang besar melalui platform ritelnya.
Operasi internasional diperkirakan tetap menjadi kekuatan lain. Volume transaksi dan penjualan unit yang lebih tinggi di berbagai kawasan membantu Walmart merebut pangsa pasar global.
>>> Tingkat Spot Truk Melonjak ke Level Tertinggi Empat Tahun
Pertumbuhan e-commerce sangat kuat di India dan China. Walmart telah secara agresif memperluas kehadiran digital di kedua negara tersebut.