⌂ Beranda News Jagung Futures Tertekan Minyak Mentah Anjlok Akibat Negosiasi AS-Iran

Jagung Futures Tertekan Minyak Mentah Anjlok Akibat Negosiasi AS-Iran

Jagung Futures Tertekan Minyak Mentah Anjlok Akibat Negosiasi AS-Iran
Ladang jagung saat matahari terbenam
A A Ukuran Teks16px

Harga jagung berjangka (futures) mengalami penurunan signifikan pada perdagangan pertengahan pekan ini. Kontrak bulan depan tercatat turun 10 hingga 11 sen.

Berdasarkan data CmdtyView, harga rata-rata nasional jagung tunai (Cash Corn) juga merosot 10 3/4 sen ke level $4,24 1/4.

>>> Hasbro Catat Penjualan Kuartal I di Atas Ekspektasi Meski Inflasi Tinggi

Penurunan tajam di pasar energi menjadi pemicu utama pelemahan jagung. Harga minyak mentah ambles hingga $6,27.

Analis pasar menghubungkan tekanan ini dengan perubahan geopolitik, di mana negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran dilaporkan memasuki tahap akhir.

Produksi Etanol Meningkat, Stok Minim

Data dari Energy Information Administration (EIA) menunjukkan peningkatan produksi bahan bakar domestik. Produksi etanol mencapai 1,111 juta barel per hari pada pekan yang berakhir 15 Mei.

>>> Tingkat Spot Truk Melonjak ke Level Tertinggi Empat Tahun

Volume produksi tersebut naik 29.000 barel per hari dibandingkan pekan sebelumnya.

Jika dibandingkan dengan pekan yang sama tahun lalu, angka ini lebih tinggi 75.000 barel per hari.

Berbeda dengan lonjakan produksi, perubahan stok etanol sangat tipis. Stok etanol domestik hanya bertambah 5.000 barel menjadi total 24,875 juta barel.

Input kilang (refiner inputs) etanol naik 9.000 barel per hari menjadi 917.000 barel per hari. Sementara itu, permintaan internasional sedikit menurun.

>>> Stanley Druckenmiller Investasi Rp33,87 Miliar di Caris Life Sciences

Ekspor etanol turun 13.000 barel per hari menjadi rata-rata 149.000 barel per hari.

Pelaku pasar kini mengalihkan perhatian ke data pemerintah yang akan datang. Departemen Pertanian AS (USDA) dijadwalkan merilis laporan Ekspor Penjualan mingguan pada Kamis.

Trader komoditas memproyeksikan penjualan jagung old crop pada pekan yang berakhir 14 Mei berada di kisaran 0,8 hingga 1,6 juta metrik ton.

>>> Saham Lam Research Cetak Rekor Tertinggi Didorong Permintaan Chip

Untuk new crop, ekspektasi berkisar antara 150.000 hingga 300.000 metrik ton.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru