⌂ Beranda News S&P 500 Naik 0,75% Imbas Imbal Hasil Obligasi Melandai

S&P 500 Naik 0,75% Imbas Imbal Hasil Obligasi Melandai

S&P 500 Naik 0,75% Imbas Imbal Hasil Obligasi Melandai
Grafik S&P 500 menunjukkan kenaikan
A A Ukuran Teks16px

Indeks utama bursa AS menguat pada perdagangan sesi sore, didorong oleh penurunan imbal hasil Treasury dan harga minyak mentah yang lebih lunak.

Data keuangan yang dilaporkan Detik Finance menunjukkan S&P 500 naik 0,75% ke level 7.408,61.

>>> Vanguard International Stock ETF Ungguli S&P 500 Fund pada 2026

Sementara itu, Nasdaq Composite meningkat 1,10% menjadi 26.154,82, dan Dow Jones Industrial Average bertambah 0,97% ke 49.840,59.

Sektor Teknologi Pimpin Kenaikan

Sektor teknologi dan perangkat lunak memimpin momentum positif, dengan saham Nvidia naik menjelang rilis laporan keuangan kuartalan yang sangat dinantikan setelah jam perdagangan.

Pergerakan Nvidia turut mendongkrak saham perusahaan semikonduktor lainnya, sementara Cava Group melonjak setelah merilis hasil kuartalan yang kuat.

>>> Stephen Colbert Tutup The Late Show dengan Sir Paul McCartney

Di sektor perangkat lunak, saham Salesforce dan Marvell Technology bergerak lebih tinggi seiring stabilnya sentimen investor terhadap kecerdasan buatan (AI) dan platform SaaS.

Saham Nvidia telah mencatat kenaikan sekitar 15% sejak publikasi laporan kuartal sebelumnya pada akhir Februari.

Ekspektasi pasar masih tinggi setelah perusahaan sebelumnya melaporkan ekspansi pendapatan tahun-ke-tahun sebesar 73%, mencapai $68 miliar pada kuartal lalu.

>>> Paul Weller dan Elvis Costello Beri Penghormatan untuk Paul McCartney Jelang Album Baru

Panduan resmi memproyeksikan pendapatan sekitar $78 miliar untuk kuartal pertama fiskal 2027, dengan investor mengantisipasi angka yang sesuai atau melampaui proyeksi tersebut.

Pelaku pasar juga mencermati prakiraan pendapatan kuartal kedua serta metrik margin kotor, yang mendapat tekanan dari melonjaknya biaya chip memori.

Proyeksi pendapatan yang solid diharapkan dapat memperkuat keyakinan investor bahwa ekspansi pasar AI dapat bertahan meskipun ada kekhawatiran akan potensi gelembung.

>>> Home Depot Hadapi Tekanan Suku Bunga, Kinerja Kuartalan Dinanti

Investor juga menganalisis komentar CEO Jensen Huang mengenai transisi menuju sistem AI agen yang dirancang untuk mengeksekusi tugas-tugas kompleks.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru