Lycra Company resmi menyelesaikan restrukturisasi keuangan dan keluar dari status kebangkrutan Chapter 11 pada Selasa lalu.
Perusahaan penyedia solusi serat dan teknologi yang berbasis di Wilmington, Delaware ini berhasil menghapus lebih dari $1,2 miliar dalam liabilitas jangka panjang melalui proses reorganisasi yang disetujui pengadilan.
>>> USA Rare Earth Lampaui Target Pendapatan Kuartal I 2026
Langkah ini memungkinkan Lycra Company membangun struktur permodalan yang lebih kokoh. Perusahaan juga mengamankan lebih dari $75 juta dalam pendanaan ekuitas baru.
Kepemilikan dan Manajemen Baru
Kepemilikan bisnis yang telah direorganisasi kini beralih ke sekelompok dana investasi global yang sebelumnya memegang sekuritas perusahaan.
>>> Jim Cramer Tolak Saham Rocket Companies karena Inflasi dan Suku Bunga
Selama proses hukum berlangsung, Lycra Company tetap menjalankan operasi global tanpa gangguan. Perusahaan juga memenuhi semua kewajiban terhadap karyawan, pemasok, dan jaringan pelanggan selama masa transisi.
Manajemen perusahaan menjelaskan bahwa mereka menjalankan proses "reorganisasi prapaket" untuk menghilangkan liabilitas dan mendapatkan modal ekuitas segar.
Kasus restrukturisasi sukarela ini diproses di Pengadilan Kebangkrutan Amerika Serikat untuk Distrik Selatan Texas.
>>> Walmart Siap Rilis Laporan Keuangan, Analis Optimistis
Lycra Company juga membentuk tim kepemimpinan baru dengan menunjuk dewan direksi yang baru.
Eksekutif industri Bruce Rubin ditunjuk sebagai ketua eksekutif, sementara pemimpin keuangan lama Dean Williams menjabat sebagai CEO sementara menggantikan CEO sebelumnya Gary Smith.
>>> S&P 500 Naik 0,75% Imbas Imbal Hasil Obligasi Melandai
Dengan neraca yang diperkuat, perusahaan berencana menjalankan strategi pertumbuhan jangka panjang. Ke depannya, operasi akan fokus pada efisiensi, investasi ulang fasilitas global, kemitraan pelanggan, dan inovasi merek.