⌂ Beranda News USA Rare Earth Lampaui Target Pendapatan Kuartal I 2026

USA Rare Earth Lampaui Target Pendapatan Kuartal I 2026

USA Rare Earth Lampaui Target Pendapatan Kuartal I 2026
Fasilitas tambang tanah jarang di Amerika Serikat
A A Ukuran Teks16px

USA Rare Earth berhasil melampaui target pendapatan pada kuartal pertama 2026. Perusahaan mencatat pendapatan sebesar $5,7 juta, jauh melampaui proyeksi analis yang sebesar $4,2 juta.

Pada periode yang sama tahun lalu, perusahaan belum mencatatkan pendapatan sama sekali. Kinerja ini menunjukkan pergeseran signifikan dalam operasional perusahaan.

>>> Walmart Siap Rilis Laporan Keuangan, Analis Optimistis

Meski pendapatan tumbuh, USA Rare Earth masih mencatat kerugian. Rugi per saham yang disesuaikan mencapai 12 sen, lebih baik dari perkiraan analis yang sebesar 16 sen.

Namun, rugi bersih yang disesuaikan justru membengkak menjadi $24,1 juta. Angka ini lebih dari dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

>>> S&P 500 Naik 0,75% Imbas Imbal Hasil Obligasi Melandai

Perusahaan kerap menerbitkan saham baru, sehingga nilai rugi per saham bisa tampak lebih rendah meski kerugian absolut membesar.

Ekspansi Strategis dan Pendanaan Pemerintah

USA Rare Earth terus membangun sistem produksi terintegrasi dari tambang hingga magnet di dalam negeri. Langkah ini bertujuan menyediakan alternatif pasokan di tengah ketidakpastian rantai pasok global.

Saat ini, China menguasai sebagian besar tambang tanah jarang dunia dan 94% produksi magnet permanen global. Komponen ini penting untuk berbagai teknologi modern, termasuk peralatan militer.

>>> Vanguard International Stock ETF Ungguli S&P 500 Fund pada 2026

Perusahaan bekerja sama dengan entitas tambang lain seperti MP Materials untuk mendiversifikasi rantai pasok.

Proses akuisisi Serra Verde juga terus didorong untuk mengakses salah satu aset tanah jarang terbesar di luar China.

>>> Stephen Colbert Tutup The Late Show dengan Sir Paul McCartney

Pendanaan pemerintah senilai $1,6 miliar yang diajukan perusahaan mengalami penundaan jadwal. Manajemen masih menunggu keputusan lebih lanjut terkait proposal tersebut.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru