Trump Media & Technology Group Corp.
mengajukan permohonan pada 19 Mei untuk menarik aplikasi dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) Bitcoin yang diajukan sebelumnya di bawah '33 Act.
>>> Indeks S&P 500 Naik 19% dalam 45 Hari, Analis Prediksi Koreksi
Langkah ini diambil perusahaan di balik aplikasi Truth Social untuk beralih ke kerangka regulasi alternatif bagi produk investasi kriptonya.
Keputusan Strategis Yorkville America
Yorkville America, yang bertindak sebagai sponsor dan penasihat investasi untuk Truth Social funds, menyebut penarikan ini sebagai keputusan strategis proaktif.
Perusahaan menyatakan bahwa peralihan ke kerangka '40 Act memberikan strategi investasi yang lebih terdiferensiasi bagi kliennya.
>>> Saham Republic Services Tertinggal dari Pasar Meski Kinerja Keuangan Q1 2026 Kuat
“Ini adalah keputusan berwawasan ke depan yang mencerminkan komitmen kami untuk memberikan produk investasi terbaik kepada basis investor Amerika yang terus bertambah,” kata Steve Neamtz, presiden Yorkville America.
Neamtz menegaskan bahwa perusahaan tidak mundur, melainkan melangkah maju dengan platform produk yang lebih kuat.
Sponsor menyoroti beberapa manfaat kerangka '40 Act, termasuk perlindungan investor yang lebih baik, aksesibilitas investor yang lebih luas, efisiensi pajak, fleksibilitas operasional yang lebih besar, dan akses ke saluran distribusi institusional.
>>> Paul Tudor Jones Pasang Taruhan Besar pada Warner Bros. Discovery
Analis: Persaingan Ketat Jadi Faktor
Namun, analis pasar menunjukkan dinamika pasar alternatif yang memengaruhi keputusan penasihat dana Truth Social.
Analis James Seyffart berpendapat bahwa alasan perbedaan perlindungan investor bukanlah faktor baru di industri ini.
Seyffart mencatat bahwa penarikan kemungkinan besar disebabkan oleh persaingan ketat di pasar ETF Bitcoin yang ada.
>>> Arcos Dorados Catat Pendapatan Lebih dari $1,2 Miliar pada Kuartal I 2026
Institusi Wall Street besar seperti BlackRock dan Morgan Stanley telah menguasai pangsa pasar signifikan, dengan aset bersih lebih dari $100 miliar per 19 Mei.