Vanguard Total International Stock ETF (VXUS) mencatat kenaikan 10% year-to-date pada 2026, mengungguli Vanguard S&P 500 ETF (VOO) yang hanya naik 8%.
Ini pertama kalinya sejak 2021 VXUS memimpin secara year-to-date terhadap S&P 500.
>>> Paul Weller dan Elvis Costello Beri Penghormatan untuk Paul McCartney Jelang Album Baru
Faktor Pendorong Kinerja Internasional
Pelemahan dolar AS terhadap euro dan perbaikan laba perusahaan di luar Amerika Serikat mendorong saham internasional naik.
Namun, pasar negara berkembang masih kekurangan konsentrasi teknologi yang mendorong return pasar AS selama dekade terakhir.
Dalam jangka panjang, VXUS mencatat return 145% dalam satu dekade, sementara VOO mencapai 313,8%.
Perbedaan besar ini mencerminkan kinerja unggul saham teknologi AS yang terkonsentrasi dan penguatan dolar historis.
>>> Home Depot Hadapi Tekanan Suku Bunga, Kinerja Kuartalan Dinanti
Sektor internasional lain juga menunjukkan momentum kuat. Vanguard FTSE Developed Markets ETF (VEA) naik 11% year-to-date.
Pertumbuhan ini didorong oleh reformasi perusahaan Jepang dan kebangkitan industri di Eropa. Sementara itu, Vanguard FTSE Emerging Markets ETF (VWO) naik 8%.
Struktur Dana dan Lingkungan Ekonomi
VXUS melacak FTSE Global All Cap ex US Index, memegang lebih dari 8.000 saham di pasar maju dan berkembang di luar AS.
>>> Jim Cramer Sarankan Kehati-hatian pada Saham Vertiv Holdings
Dana ini mengelola sekitar $137 miliar, mengenakan rasio biaya tahunan 0,05%, dan membayar imbal hasil distribusi mendekati 2,6%.
Konversi mata uang sangat memengaruhi return bagi investor Amerika.
Dolar AS menguat dari level terendah 12 bulan $1,198 per euro pada 27 Januari 2026 menjadi sekitar $1,16 per euro pada pertengahan Mei.
Mata uang domestik yang lebih kuat secara mekanis menekan nilai pendapatan internasional saat dikonversi untuk pelaporan perusahaan.
>>> Lowe's vs Home Depot: Mengapa DIY Menang di Pasar Renovasi Rumah
Di dalam negeri, defisit perdagangan AS menyempit menjadi $60,3 miliar pada Maret 2026 setelah meluas menjadi $72,9 miliar pada Desember.