⌂ Beranda News IHSG Menguat 4,12 Persen ke Level 6.254,9 pada Senin

IHSG Menguat 4,12 Persen ke Level 6.254,9 pada Senin

IHSG Menguat 4,12 Persen ke Level 6.254,9 pada Senin
Grafik IHSG menguat pada perdagangan saham
A A Ukuran Teks16px

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia ditutup menguat pada perdagangan Senin (15/6/2026).

IHSG naik 247,3 poin atau 4,12 persen ke level 6.254,9.

>>> Jabar dan Kota Bandung Tetapkan Jadwal Libur Sekolah Juni 2026

Penguatan terjadi di tengah tingginya ketidakpastian pasar global.

Nilai tukar rupiah saat ini berada di level Rp 17.725 per dolar AS, didukung langkah stabilisasi Bank Indonesia.

Analisis Teknikal dan Strategi Investasi

Senior Technical Analyst Sucor Sekuritas Reyhan Pratama memaparkan peluang dan strategi investasi. Menurutnya, IHSG berpotensi melanjutkan tren penguatan menuju area 6.700 dalam beberapa bulan mendatang.

Namun, investor diimbau waspada terhadap potensi koreksi jangka pendek setelah reli beberapa hari terakhir. Koreksi tersebut merupakan bagian dari konsolidasi pasar yang sehat.

>>> IDAI dan WHO Rekomendasikan Aturan Tekstur serta Jadwal MPASI Bayi

"Area 6.000 saat ini menjadi resistance psikologis yang penting untuk diperhatikan investor. Sementara itu, area support kuat IHSG berada di sekitar level 5.512.

Selama support tersebut masih terjaga, peluang penguatan lanjutan masih cukup terbuka," ujar Reyhan Pratama.

Reyhan Pratama menyebut sektor komoditas menjadi salah satu sektor menarik di tengah dinamika global.

Sebaliknya, investasi pada sektor perbankan besar perlu dilakukan secara lebih selektif akibat kenaikan harga saham yang sudah signifikan.

Financial Educator Manager Sucor Sekuritas Hendry Wijaya menilai tekanan di pasar modal domestik lebih mencerminkan krisis kepercayaan, bukan masalah fundamental ekonomi.

>>> Korea Selatan Berlakukan Bebas Visa Sementara untuk Wisatawan Grup Indonesia

Penurunan pasar beberapa bulan terakhir dipicu kecemasan investor terkait penurunan outlook rating Indonesia dan potensi perubahan status di indeks global.

Namun, beberapa indikator makroekonomi mulai menunjukkan sinyal perbaikan.

Langkah agresif Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan dinilai efektif menjaga stabilitas rupiah, didukung komitmen disiplin fiskal pemerintah.

Hendry Wijaya menambahkan indikator penting yang wajib dipantau ke depan meliputi stabilitas rupiah, yield Surat Berharga Negara (SBN), serta pergerakan arus dana asing.

>>> Sarah Sechan Soroti Ancaman Narkoba yang Sasar Anak dan Remaja

Pentingnya pengelolaan risiko dalam menghadapi siklus pergerakan pasar juga ditegaskan oleh manajemen Sucor Sekuritas.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru