PT Niramas Utama Tbk (JELI) menetapkan harga penawaran tertinggi sebesar Rp1.120 per saham dalam rencana IPO di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Produsen makanan dan minuman merek Inaco itu menawarkan sebanyak-banyaknya 350 juta saham baru. Jumlah tersebut setara dengan 25,93 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.
>>> BlackRock PHK 1% Karyawan Global, Bagian dari Penyesuaian Rutin
Dengan rentang harga penawaran Rp900 hingga Rp1.120 per saham, perseroan berpotensi menghimpun dana segar maksimal senilai Rp392 miliar.
Valuasi Menarik
Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas Abdul Azis Setyo Wibowo memaparkan valuasi perseroan. Dengan asumsi harga tertinggi, PER perusahaan mencapai 9,60 kali dan PBV 2,81 kali.
"Jika diasumsikan listed di harga Rp1.120, maka PER berada di 9,60 kali dan PBV 2,81 kali," kata Abdul Azis pada Selasa (16/6/2026).
>>> HSBC Indonesia dan PJI Luncurkan Program Literasi Keuangan Inklusif untuk 1.700 Pelajar
Valuasi JELI tersebut berada di bawah PT Cimory Mountain Dairy Tbk (CMRY) yang memiliki PER 15,58 kali dan PBV 4,71 kali.
Namun, lebih tinggi dibandingkan PT Kino Indonesia Tbk (KINO) dengan PER 6,29 kali dan PBV 0,88 kali.
>>> Kemenkeu Optimalkan Aset Negara Rp3.574 Triliun untuk Kabinet Merah Putih
Jadwal dan Penggunaan Dana
Masa penawaran awal atau bookbuilding berlangsung pada 15-22 Juni 2026.
Masa penawaran umum dijadwalkan pada 1-3 Juli 2026, sebelum perseroan resmi melantai di BEI pada 7 Juli 2026.
Mayoritas dana hasil IPO akan dialokasikan untuk belanja modal. Termasuk pembangunan fasilitas produksi baru, pembelian mesin, serta penambahan kapasitas produksi.
>>> Aktivitas Sesar Sausu Picu Gempa Magnitudo 6,7 di Palu
Sebagian dana lainnya akan digunakan untuk modal kerja operasional. Manajemen juga berencana membagikan dividen tunai tahunan dengan rasio maksimal 30 persen dari laba bersih.
