Harga batu bara Asia melonjak ke level tertinggi dalam hampir dua tahun setelah pemerintah Indonesia menerapkan aturan ekspor baru.
Kebijakan tersebut menyebabkan penundaan pengiriman dari Indonesia, eksportir batu bara terbesar dunia.
>>> Jadwal Pencairan Bansos PKH Tahap 2 Juni 2026 dan Besaran Bantuannya
Lonjakan terjadi saat permintaan bahan bakar pembangkit listrik meningkat akibat musim panas di Asia Timur Laut.
Kenaikan Harga dan Dampak Pasokan
Kontrak berjangka batu bara Newcastle Australia untuk Juni melonjak menjadi US$148,75 per ton pada Jumat, 5 Juni 2026.
Angka itu merupakan rekor tertinggi untuk kontrak bulan terdekat sejak Agustus 2024.
>>> Cara Tukar Gift TikTok Menjadi Saldo atau Uang Tunai
Pelaku pasar memperkirakan pasokan dari Australia akan menutupi kelangkaan akibat penundaan dari Indonesia.
Sistem pengawasan baru yang mulai berlaku Juni ini menimbulkan kebingungan di kalangan pelaku usaha.
Sebelumnya, pemerintah Indonesia mengumumkan rencana pengambilalihan kendali pengiriman komoditas utama.
Selain faktor regulasi, cuaca panas di Asia Timur Laut mendorong peningkatan penggunaan pendingin udara di China.
>>> IHSG Ambruk 2,87 Persen ke Level 5.434 pada Sesi I
Kurva forward kontrak Newcastle kini berbalik menjadi struktur backwardation, menandakan harga jangka pendek lebih mahal.
Pengetatan pasokan diperparah oleh Jepang yang memperluas pemakaian batu bara untuk mengurangi ketergantungan pada LNG.
Langkah Jepang diambil setelah gangguan 20 persen aliran global akibat penutupan Selat Hormuz dan serangan di Qatar.
>>> RHB Sekuritas Pertahankan Overweight Saham Perbankan Indonesia
Tingkat operasional pembangkit listrik batu bara Jepang saat ini jauh lebih tinggi dibandingkan periode sama tahun lalu.