Spesifikasi ponsel pintar berbiaya rendah diprediksi mengalami penurunan mulai tahun 2026 hingga menjelang 2027. Langkah ini diambil sejumlah produsen sebagai strategi merespons pelonjakan harga komponen yang terus terjadi.
Laporan dari GizmoChina mengindikasikan bahwa beberapa merek ponsel sedang menyiapkan gawai baru untuk segmen pasar di bawah 1.000 yuan atau sekitar Rp2,2 jutaan.
>>> EA Sports Rilis Kode Redeem FC Mobile 15 Juni 2026, Klaim Hadiah Gratis
Perangkat entry-level baru tersebut justru akan membawa konfigurasi yang lebih sederhana daripada generasi sebelumnya.
Ponsel murah generasi baru ini disebut tetap memakai layar LCD dengan resolusi Full HD.
Namun, tampilannya bakal kembali mengadopsi desain waterdrop notch atau poni berbentuk tetesan air, menggantikan model punch-hole yang lebih modern.
Penyesuaian spesifikasi ini didorong kuat oleh melambungnya harga chip memori DRAM dan NAND sejak akhir tahun 2025.
Kondisi pasar tersebut memaksa manufaktur menghitung ulang biaya produksi agar harga jual gawai tetap kompetitif.
Firma riset TrendForce melaporkan harga kontrak DRAM global sudah naik lebih dari 40 persen selama dua kuartal berturut-turut, terhitung sejak kuartal keempat 2025 sampai kuartal pertama 2026.
>>> Penjualan Mobil Nasional Mei 2026 Tumbuh 14 Persen secara Tahunan
Data ini memperlihatkan tingginya tekanan biaya pada sisi produksi.
Sementara itu, Counterpoint Research menyoroti bahwa harga berbagai jenis memori seperti DRAM, NAND, dan HBM melonjak hingga 80-90 persen secara kuartalan pada awal 2026.
Angka tersebut menjadi level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.
RAM Besar Kembali Jadi Fitur Premium
Konfigurasi memori dasar pada ponsel murah diperkirakan menyusut menjadi RAM 6GB dan penyimpanan internal 128GB.
Padahal, kapasitas RAM 8GB dan penyimpanan 256GB sebelumnya sempat menjadi standar baru pada segmen perangkat terjangkau ini.
Apabila tren kenaikan harga komponen terus melaju, kapasitas penyimpanan dan memori besar berpotensi kembali menjadi fitur eksklusif untuk ponsel kelas atas.
Sebaliknya, segmen bawah diprediksi kembali mengandalkan konfigurasi RAM yang lebih kecil.
>>> IHSG 15 Juni 2026 Melesat 3,67% Ditopang Saham Big Cap
Laporan industri bahkan menyebutkan bahwa RAM 16GB akan semakin jarang ditemukan pada ponsel flagship mulai 2026.
Di sisi lain, RAM dengan kapasitas 4GB diproyeksikan kembali banyak digunakan untuk menyasar pasar kelas bawah.
Pendiri Xiaomi, Lei Jun, turut memberikan tanggapan mengenai lonjakan harga memori yang sangat agresif ini.
Menurutnya, situasi pasar saat ini dapat berdampak langsung pada harga perangkat elektronik di tangan konsumen.
"Kenaikan harga tersebut berlangsung sangat agresif dan berpotensi terus berlanjut hingga dua tahun ke depan," ujar Lei Jun.
Situasi ini menempatkan konsumen pada dua pilihan dalam beberapa waktu ke depan.
>>> Bursa Saham Asia Melonjak Imbas Kesepakatan Damai AS-Iran
Konsumen harus bersedia membayar lebih mahal untuk mendapatkan kapasitas RAM dan penyimpanan yang sama, atau menerima spesifikasi yang lebih rendah pada ponsel dengan harga yang tetap terjangkau.