⌂ Beranda News Mimpi Baru Anak Miskin Kediri di Sekolah Berasrama

Mimpi Baru Anak Miskin Kediri di Sekolah Berasrama

Mimpi Baru Anak Miskin Kediri di Sekolah Berasrama
Siswa SMA Dharma Wanita 1 Pare di sekolah berasrama
A A Ukuran Teks16px

Dulu, siswa SMA Dharma Wanita 1 Pare di Kediri kesulitan menyebut cita-cita. Jawaban mereka lebih sering berupa keinginan membahagiakan orang tua.

Wakil Kepala Sekolah Siti Fatimah mengungkapkan, saat sesi bottling—menulis cita-cita di kertas lalu menyimpannya dalam botol—banyak siswa menulis hal serupa.

>>> Citi Indonesia Resmi Luncurkan Kapabilitas Kecerdasan Buatan Terbaru

Menurut Siti, itu bukan cita-cita, melainkan kewajiban anak.

Sekolah ini memang menampung anak dari keluarga miskin. Mereka berasal dari 26 kecamatan di Kabupaten Kediri.

Namun, kini keadaan berubah.

Transformasi Sekolah Tua

SMA Dharma Wanita 1 Pare berdiri sejak 1984. Selama hampir 40 tahun, sekolah reguler ini pernah memiliki hingga 50 siswa per kelas.

Namun, persaingan dengan SMK membuat peminat menurun.

Pemerintah Kabupaten Kediri kemudian menggagas ide menjadikannya sekolah berasrama milik pemda. Sekolah ini diproyeksikan menampung anak prasejahtera dan mencetak generasi berprestasi.

Transformasi dimulai pada 2023. Sekolah berubah menjadi sekolah berasrama gratis, terbuka bagi anak miskin dari seluruh kabupaten.

Siti mengaku kaget dengan perubahan itu. Bangunan yang awalnya hanya untuk belajar pagi hingga siang, kini harus menjadi rumah bagi ratusan anak.

>>> Harga Tembaga Melonjak Imbas Kesepakatan Damai AS dan Iran

Renovasi dilakukan besar-besaran. Kini, sekolah menampung 346 siswa.

Seluruh biaya pendidikan, makan, dan uang saku ditanggung penuh. Setiap bulan, siswa menerima Rp200 ribu, dengan Rp50 ribu ditabung dan bisa diambil setelah lulus.

Guru Kembali Belajar

Transformasi tidak hanya soal gedung. 36 guru di sekolah ini juga harus beradaptasi.

Putera Sampoerna Foundation (PSF) masuk untuk memberikan pendampingan intensif.

Para guru dilatih menerapkan Project-Based Learning (PjBL). Metode ini menuntut siswa aktif memecahkan masalah nyata, bukan sekadar menyerap materi.

Siti menjelaskan, PSF melatih guru hingga benar-benar paham. Supervisi rutin dilakukan untuk memastikan pemahaman diterapkan di kelas.

Guru yang belum sesuai kompetensi akan diajari lagi.

>>> Siklon Tropis Senyar Tewaskan Puluhan Orangutan Tapanuli, Populasi Makin Kritis

Pengetahuan yang didapat kemudian ditularkan ke sekolah lain. Saat diseminasi, SMA dan SMP di sekitar Kediri diundang untuk melihat PjBL yang sesungguhnya.

Mimpi yang Terbuka

Kini, siswa berani memimpikan hal besar. Ada yang ingin kuliah di perguruan tinggi negeri, mengembangkan pertanian, menjadi pengusaha, bahkan menjadi presiden.

Siti menyebut nama Kelvin yang dengan lantang ingin menjadi presiden.

Tahun ini, 73,21 persen lulusan SMA Dharma Wanita 1 Pare diterima di PTN. Angka ini tertinggi di Kabupaten Kediri.

Universitas tujuan antara lain ITS, Unair, Universitas Brawijaya, dan Universitas Negeri Malang.

Bagi siswa yang harus menjaga orang tua sakit, sekolah menyiapkan MoU dengan perguruan tinggi di Kediri untuk beasiswa.

Sebelum berangkat, Siti berpesan agar siswa ingat utang kepada rakyat Kediri yang mendukung pendidikan gratis mereka.

Pesan itu menjadi kompas bahwa pendidikan gratis adalah investasi. Siti berharap siswa sukses dan bermanfaat bagi sekitar.

>>> Produsen Pangkas Spesifikasi HP Murah pada 2026 Akibat Kenaikan Harga Komponen

Sepuluh tahun lagi, mungkin salah satu dari mereka akan memimpin negeri.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru