Pasar saham di kawasan Asia-Pasifik mengalami lonjakan signifikan pada perdagangan Senin (15/6). Sentimen positif ini dipicu oleh pengumuman kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran.
Indeks Nikkei 225 Jepang melesat hingga 5,5 persen. Sementara itu, Kospi Korea Selatan naik 5,7 persen.
>>> Kenaikan Harga Pertamax Picu Risiko Percepatan Habisnya Kuota Pertalite
Indeks Taiex Taiwan menguat 2,7 persen, dan ASX200 Australia naik sekitar 1,5 persen.
Indeks Hang Seng Hong Kong sempat menguat 1 persen di awal sesi, meski kemudian bergerak fluktuatif.
Kesepakatan ini juga mendorong kenaikan kontrak berjangka saham AS. Indeks S&P 500 berjangka naik 1 persen, sedangkan Nasdaq Composite berjangka melonjak 1,8 persen.
Dampak Kesepakatan dan Respons Pasar
Kepala Riset Asia ANZ, Khoon Goh, mengatakan pelaku pasar sebenarnya sudah merespons sejak akhir pekan lalu. Saat itu Presiden AS Donald Trump memberi kode bahwa kesepakatan sudah dekat.
>>> Kemenkeu Usulkan Pagu Indikatif 2027 Sebesar Rp 49,80 Triliun
Namun, kepastian resmi hari ini menjadi pemicu utama reli saham secara masif. "Turunnya harga minyak akan memberikan kelegaan bagi bank sentral yang khawatir akan inflasi," ujar Goh.
Fokus pasar kini beralih ke Bank Sentral AS (The Fed) yang akan memutuskan suku bunga pekan ini.
Presiden Trump mengumumkan kesepakatan gencatan senjata melalui unggahan di media sosial pada hari Minggu.
>>> Cara Menambahkan Saldo TikTok Ads Manager untuk Membayar Iklan
Ia menyatakan telah mengizinkan pembukaan kembali Selat Hormuz tanpa biaya dan mencabut blokade laut AS terhadap pelabuhan Iran.
"Kapal-kapal di seluruh dunia, nyalakan mesin kalian. Biarkan minyak kembali mengalir!"
tulis Trump di Truth Social.
Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran dan Wakil Menteri Luar Negeri Kazem Gharibabadi mengonfirmasi kesepakatan tersebut.
>>> Ilmuwan Inggris: Bukti Smartphone Rusak Otak Anak Masih Minim
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, yang turut menengahi, mengatakan penandatanganan resmi akan berlangsung di Swiss pada Jumat mendatang.