NextEra Energy, Inc. mengumumkan pada 18 Mei bahwa mereka telah mencapai kesepakatan definitif untuk bergabung dengan Dominion Energy dalam transaksi all-stock.
Penggabungan ini akan menciptakan perusahaan utilitas dan infrastruktur energi dengan nilai perusahaan melebihi US$400 miliar.
>>> Penyaluran Pinjaman Anjlok di Kuartal IV 2025 Akibat Pengelolaan Risiko yang Lebih Ketat
Detail Transaksi dan Struktur Kepemilikan
Berdasarkan ketentuan merger, pemegang saham Dominion Energy akan menerima rasio tukar tetap sebesar 0,8138 saham NextEra Energy untuk setiap saham Dominion yang dimiliki saat penutupan.
Struktur ini membuat pemegang saham NextEra Energy dan Dominion Energy masing-masing memiliki sekitar 74,5% dan 25,5% dari entitas gabungan.
Pemegang saham Dominion juga akan terus menerima dividen triwulanan mereka saat ini hingga penutupan, ditambah pembayaran tunai satu kali sebesar US$360 juta saat transaksi selesai.
>>> Pernyataan Trump soal Iran Tekan Harga Minyak Global
Skala dan Cakupan Perusahaan Gabungan
Perusahaan hasil merger akan menjadi bisnis utilitas listrik teregulasi terbesar di Amerika Serikat.
Perusahaan gabungan akan mengoperasikan sistem yang lebih dari 80% teregulasi, melayani sekitar 10 juta pelanggan utilitas di Florida, Virginia, Carolina Utara, dan Carolina Selatan.
>>> Kevin O'Leary Bedakan Bitcoin dan Stablecoin Berdasarkan Jaminan Aset
Perusahaan ini juga akan memiliki kapasitas pembangkit sebesar 110 gigawatt.
Respons Analis dan Pasar
Menyusul pengumuman tersebut, Morgan Stanley menaikkan target harga saham NextEra menjadi US$115 dari US$107 pada 19 Mei, dengan mempertahankan peringkat Overweight.
Morgan Stanley menyebut merger ini "menarik secara keseluruhan" dan menyoroti prospek pertumbuhan yang dipercepat di berbagai aspek, seperti pusat data dan pendapatan yang lebih bersih.
>>> Starboard Value Ambil Saham CarMax, Desak Perbaikan Kinerja
Dari 26 peringkat analis yang dikumpulkan CNN, 62% menilai saham NextEra sebagai Buy dan 35% sebagai Hold, dengan target harga median US$101,72 yang mewakili kenaikan 12,95% dari harga saat itu sebesar US$90,06.