Saham Apple mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa pekan terakhir, dari sekitar $245 ke puncak $303,20.
Pergerakan ini mengikuti hasil kuartalan yang luar biasa, panduan perusahaan yang kuat, program pembelian kembali saham senilai $100 miliar, dan permintaan kuat untuk iPhone 17 di Amerika Serikat dan China.
>>> VTI ETF Peringkat Kedelapan di Portofolio Graham Stephan
Kinerja Keuangan Kuartal Terbaru
Apple mengumumkan pendapatan kuartal terbaru melonjak 17% year-over-year menjadi $111,18 miliar.
Angka ini melampaui proyeksi analis Wall Street yang hanya memperkirakan $109,66 miliar.
Laba per saham Apple mencapai $2,01, mengalahkan estimasi konsensus $1,95 per saham.
Manajemen Apple memproyeksikan pendapatan ke depan akan meningkat 14% hingga 17% year-over-year, jauh di atas perkiraan pertumbuhan 9,5% dari analis.
Meski saham melonjak, beberapa analis keuangan menilai valuasi pasar saat ini mungkin sulit dipertahankan.
>>> Warisan Ted Turner: Kisah Sukses yang Berbahaya Jika Ditiru
Analis KeyBanc Capital berargumen valuasi terlihat mahal, mencatat data belanja terbaru menunjukkan keretakan awal pada pandangan pertumbuhan berlipat ganda yang optimis.
Data KeyBanc Capital menunjukkan tren belanja konsumen domestik untuk perangkat keras Apple kembali ke pola musiman normal setelah beberapa tahun pertumbuhan luar biasa.
Analis berpendapat tren ini bisa menandai akhir siklus ekspansi yang sebelumnya mendorong valuasi Apple lebih tinggi.
Tantangan Internasional dan Metrik Valuasi
Analis pasar menunjukkan pertumbuhan masa depan Apple mungkin semakin bergantung pada pasar internasional, khususnya China.
>>> Jack Quaid dan Claudia Doumit Resmi Menikah di Australia
Saat ini, Apple diperdagangkan pada rasio price-to-earnings 34,07 kali, di atas kisaran tradisional lima tahun antara 30 hingga 35 kali.
Angka ini juga 40,6% lebih tinggi dari rata-rata sektor sebesar 24,24 kali.
Dari perspektif analisis teknikal, saham Apple tampak overbought di level tertinggi sepanjang masa.
Indikator populer seperti relative strength index, MACD, Williams' %R, dan Full Stochastics semuanya mencerminkan kondisi jenuh beli.
Apple juga menghadapi tekanan harga di kawasan internasional yang kompetitif, dengan pemotongan harga untuk iPhone 17 Pro Series di China sekitar 1.000 yuan atau $138.
>>> Kenaikan Saham Robinhood Tarik Minat Hedge Funds Usai Kinerja Q1 2026
Strategi harga ini muncul saat persaingan lokal ketat, dengan rival seperti Huawei merebut posisi teratas pasar smartphone China setelah mencapai pangsa pasar tertinggi dalam lima tahun.