Ted Turner meninggal pada usia 87 tahun. Obiturari memuji bagaimana ia membangun empire medianya.
Ia mengubah perusahaan papan reklame yang terlilit utang menjadi stasiun UHF, lalu membeli Atlanta Braves seharga $10-12 juta.
>>> Jack Quaid dan Claudia Doumit Resmi Menikah di Australia
Kemudian ia meluncurkan satelit superstation, membeli Hanna-Barbera seharga $320 juta, dan akhirnya mendirikan CNN.
CNN kini menjadi bagian dari Paramount dan Warner Bros. Discovery setelah akuisisi senilai $111 miliar.
Pelajaran yang Berbahaya
Kisah Turner mengandung pesan bahwa membangun empire membutuhkan taruhan total. Pesan itu benar untuk segelintir orang, tetapi merugikan bagi hampir semua orang lainnya.
Alasannya adalah matematika leverage. Leverage bekerja lebih keras saat turun daripada saat naik.
>>> Kenaikan Saham Robinhood Tarik Minat Hedge Funds Usai Kinerja Q1 2026
Bayangkan seseorang berusia 45 tahun dengan ekuitas $250.000. Ia meminjam $750.000 untuk membeli bisnis kecil dengan leverage 4x.
Jika bisnis tumbuh 8% per tahun selama sepuluh tahun, ekuitasnya akan naik tiga kali lipat. Itulah hasil yang dibayangkan banyak orang saat mendengar kisah Turner.
Sekarang bayangkan jika bisnis kehilangan 30% nilainya dalam resesi. Pemberi pinjaman akan menarik pinjaman, dan ekuitas menjadi nol.
>>> YieldMax NVDY ETF Raup 58% dalam Setahun, Kalah dari Kenaikan Saham Nvidia
Pada leverage 4x, penurunan aset 25% menghapus seluruh ekuitas.
Turner selamat dari beberapa momen seperti itu; CNN sempat dianggap sebagai "Chicken Noodle Network" dan merugi hingga Perang Teluk.
Ia tetap memegang kendali karena kreditur mengalah. Sebagian besar operator tidak mendapatkan hasil seperti itu.
Paramount dan Warner Bros. Discovery adalah contoh langka di mana leverage berhasil.
>>> Exxon Mobil Cetak Laba di Atas Ekspektasi Meski Gangguan Timur Tengah
Namun, itu bukan norma.
