⌂ Beranda News The Fed Sinyalkan Suku Bunga Tinggi Lebih Lama karena Inflasi

The Fed Sinyalkan Suku Bunga Tinggi Lebih Lama karena Inflasi

The Fed Sinyalkan Suku Bunga Tinggi Lebih Lama karena Inflasi
Gedung Federal Reserve di Washington DC
A A Ukuran Teks16px

Federal Reserve mengisyaratkan akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama dari perkiraan atau bahkan menaikkannya jika inflasi tetap tinggi.

Hal itu terungkap dalam risalah rapat kebijakan April yang dirilis Rabu.

>>> Graham Stephan Rekomendasikan Vanguard S&P 500 ETF untuk Investor

Para pejabat bank sentral AS menyatakan kekhawatiran mendalam atas tekanan harga yang persisten dan meningkatnya ketidakpastian ekonomi global.

Risalah tersebut mencatat bahwa kenaikan inflasi yang berkelanjutan, ditambah ketidakpastian terkait konflik Timur Tengah, dapat memaksa The Fed mempertahankan sikap kebijakan saat ini lebih lama dari perkiraan sebelumnya.

Beberapa anggota The Fed mencatat pemotongan suku bunga masih mungkin terjadi jika ada indikasi jelas inflasi kembali ke target atau jika pasar tenaga kerja melemah secara signifikan.

>>> Musim Panas IPO Didorong Infrastruktur Kecerdasan Buatan

Namun, mayoritas komite menekankan bahwa kurangnya kemajuan dalam stabilitas harga dapat mendorong pergeseran ke arah pengetatan moneter yang lebih ketat.

Jika inflasi terus bertahan di atas target 2%, maka "some policy firming" atau kenaikan suku bunga kemungkinan akan menjadi tepat.

Banyak pejabat mendukung perubahan bahasa pernyataan kebijakan untuk menghilangkan anggapan bahwa langkah suku bunga berikutnya pasti akan turun.

>>> CECO Environmental dan Thermon Tetapkan Batas Akhir Pemilihan Imbalan Merger

Perbedaan pendapat muncul dalam rapat karena beberapa pembuat kebijakan mendorong sikap publik yang lebih netral mengenai arah kebijakan masa depan.

Tiga pejabat The Fed—Presiden Fed Minneapolis Neel Kashkari, Presiden Fed Dallas Lorie Logan, dan Presiden Fed Cleveland Beth Hammack—menyatakan tidak setuju karena ingin mengubah bahasa untuk memberi sinyal bahwa langkah selanjutnya bisa naik atau turun, tergantung pada ekonomi dan inflasi.

Penyelesaian cepat konflik regional dapat membuka jalan bagi pemotongan suku bunga akhir tahun ini jika dampak tarif dan biaya energi mereda, menurut beberapa anggota.

>>> Harga Minyak Dunia Anjlok Akibat Isyarat Damai Trump-Iran

Sementara itu, pertumbuhan produktivitas dan meningkatnya belanja kecerdasan buatan diperkirakan memberikan tekanan yang berlawanan pada biaya input dan stabilitas keuangan jangka panjang.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru