⌂ Beranda News Indeks Saham AS Turun Imbas Imbal Hasil Obligasi Capai Tertinggi 15 Bulan

Indeks Saham AS Turun Imbas Imbal Hasil Obligasi Capai Tertinggi 15 Bulan

Indeks Saham AS Turun Imbas Imbal Hasil Obligasi Capai Tertinggi 15 Bulan
Stock market chart showing decline
A A Ukuran Teks16px

Indeks saham utama Amerika Serikat mencatat penurunan signifikan pada hari ini, dipicu oleh lonjakan imbal hasil obligasi dan harga minyak mentah yang tinggi.

Kombinasi ini memicu sentimen risk-off di pasar aset dan aksi jual saham.

>>> Evercore and Melius Raise Marvell Technology Price Targets on AI Shift

Indeks S&P 500 turun 0,35 persen, sementara Dow Jones Industrial Average melemah 0,19 persen ke level terendah dua pekan.

Nasdaq 100 juga terkoreksi 0,45 persen.

Di pasar berjangka, kontrak berjangka E-mini S&P Juni turun 0,40 persen, dan kontrak berjangka E-mini Nasdaq Juni melemah 0,50 persen.

Tekanan dari Obligasi dan Minyak

Imbal hasil obligasi Treasury tenor 10 tahun melonjak ke 4,66 persen, level tertinggi dalam 15 bulan.

Kenaikan ini menekan valuasi saham, terutama saham teknologi yang sebelumnya rally didorong oleh pengembangan kecerdasan buatan.

Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) mengalami volatilitas tinggi akibat pemberitaan seputar konflik Iran.

>>> Billionaire Michael Platt Sells Magnificent Seven Stocks, Pours into Taiwan Semiconductor

Namun, harga turun setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan membatalkan rencana serangan terhadap Iran pada Senin malam, setelah permintaan sekutu Teluk untuk memberi lebih banyak waktu bagi upaya diplomatik.

Kendala pasokan masih membayangi pasar energi.

Badan Energi Internasional (IEA) melaporkan bahwa persediaan minyak global turun sekitar 4 juta barel per hari sepanjang Maret dan April.

IEA memproyeksikan pasar akan mengalami kekurangan pasokan parah hingga Oktober, bahkan jika konflik berakhir bulan depan.

Goldman Sachs memperkirakan gangguan yang sedang berlangsung telah mengurangi hampir 500 juta barel dari stok minyak global, dan bisa mencapai 1 miliar barel pada Juni.

>>> Wall Street Analysts Raise Target Prices for Diamondback Energy Inc

Sementara itu, pasar keuangan memperkirakan hanya 2 persen kemungkinan pemangkasan suku bunga 25 basis poin oleh Federal Reserve pada pertemuan 16-17 Juni mendatang.

Kinerja Emiten dan Pasar Global

Musim laporan keuangan korporasi hampir berakhir, namun hasil yang dilaporkan umumnya mendukung saham.

Dari 454 perusahaan S&P 500 yang telah melaporkan laba kuartal I, 83 persen berhasil melampaui estimasi pasar.

Bloomberg Intelligence memproyeksikan laba kuartal I S&P 500 tumbuh 12 persen secara tahunan.

Namun, tanpa sektor teknologi, pertumbuhan laba hanya sekitar 3 persen, yang merupakan kinerja terlemah dalam dua tahun.

Di pasar global, Euro Stoxx 50 naik 0,71 persen.

>>> Oil Prices Slip as US and Iran Diplomacy Advances

Shanghai Composite China bangkit dari level terendah 2,5 pekan dan ditutup naik 0,92 persen, sementara Nikkei Jepang turun 0,44 persen ke level terendah 1,5 pekan.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru