Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada akhir April 2026 mencapai US$ 439,8 miliar.
Nilai tersebut setara dengan Rp7.881,15 triliun berdasarkan kurs acuan BI pada 12 Juni sebesar Rp17.921 per dolar AS.
>>> Strava Rilis Fitur Baru Khusus Pendaki untuk Navigasi Lebih Baik
Angka ini mengalami kenaikan dibandingkan posisi Maret yang tercatat sebesar US$ 433,94 miliar. Posisi April juga menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah pencatatan.
Secara tahunan, ULN pada April tumbuh 1,9% (yoy). Pertumbuhan ini lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 1% (yoy).
"Perkembangan tersebut dipengaruhi oleh pertumbuhan ULN sektor publik di tengah kontraksi ULN sektor swasta yang berlanjut," sebut laporan BI.
Pertumbuhan Sektor Publik dan Kontraksi Swasta
Posisi ULN pemerintah pada April tercatat sebesar US$ 216,4 miliar. Angka ini tumbuh 3,7% yoy, melambat dari pertumbuhan Maret sebesar 3,8% yoy.
Aliran modal asing pada Surat Berharga Negara (SBN) tetap membukukan net inflow. Hal ini mencerminkan kepercayaan investor terhadap pasar keuangan Indonesia.
>>> IHSG Pekan Ini Diprediksi Fluktuatif, Uji Level MA20
Berdasarkan sektor ekonomi, utang pemerintah dialokasikan untuk Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial (22%), Administrasi Pemerintah, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib (20,5%), Jasa Pendidikan (16,2%), Konstruksi (11,5%), serta Transportasi dan Pergudangan (8,5%).
Porsi utang pemerintah didominasi jangka panjang sebesar 99,99%.
Sementara itu, ULN swasta pada April mencapai US$ 193,2 miliar. Angka ini mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 0,7% yoy, membaik dari kontraksi Maret sebesar 1,4% yoy.
"Perkembangan tersebut terutama didorong oleh ULN kelompok peminjam lembaga keuangan yang secara tahunan mencatatkan kontraksi sebesar 5,0% yoy, lebih rendah dibandingkan dengan kontraksi pada Maret sebesar 6,3% yoy," demikian laporan BI.
>>> Zoom Luncurkan AI Productivity Suite untuk Percepat Eksekusi Kerja
Sektor Industri Pengolahan, Jasa Keuangan dan Asuransi, Pengadaan Listrik dan Gas, serta Pertambangan dan Penggalian menjadi penyumbang terbesar dengan pangsa 79,6% dari total ULN swasta.
Utang jangka panjang mendominasi dengan bobot 75,8%.
Secara keseluruhan, rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) berada di angka 29,6%. Dominasi utang jangka panjang mencapai 84,5%.
"Dalam rangka menjaga agar struktur ULN tetap sehat, Bank Indonesia dan Pemerintah terus memperkuat koordinasi dalam pemantauan perkembangan ULN.
Indonesia akan terus mengoptimalkan peran ULN untuk menopang pembiayaan pembangunan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.
>>> Penyebab Baterai Mobil Listrik Cepat Rusak Akibat Perlakuan Salah
Upaya tersebut dilakukan dengan meminimalkan risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian," terang laporan BI.