Kementerian Pertanian (Kementan) mengambil langkah antisipasi menghadapi fenomena El Nino yang diperkirakan melanda sejumlah wilayah pertanian mulai Juli 2026.
Fokus utama adalah mengamankan ketersediaan air dan suplai pupuk bersubsidi.
>>> Emmanuel Macron Tolak Cabut Pajak Digital Prancis Usai Ancaman Trump
Strategi pengamanan sumber air dan penguatan infrastruktur irigasi diterapkan untuk menjaga target peningkatan produksi beras sebesar 1 juta ton pada 2026.
Upaya ini dilakukan secara terintegrasi melalui perencanaan musim tanam dan penyediaan sarana produksi.
Tiga Pendekatan Hadapi Kekeringan
Kementan menerapkan tiga pendekatan utama dalam menghadapi kekeringan, yaitu antisipasi, adaptasi, dan mitigasi.
Langkah adaptasi diwujudkan melalui pola tanam hemat air dan penggunaan varietas padi yang tahan terhadap cuaca kering.
Mitigasi dilakukan lewat program asuransi pertanian, manajemen risiko, serta penyaluran bantuan pompa air. Pemerintah juga mengoptimalkan sarana irigasi perpompaan dan perpipaan untuk meminimalkan dampak kekeringan.
Sekretaris Ditjen Lahan dan Irigasi Pertanian (LIP) Kementan, Dhani Gartina, menjelaskan bahwa pemerintah berupaya mempertahankan peningkatan produksi melalui intensifikasi dan ekstensifikasi lahan.
Fokus utama saat ini adalah memastikan pasokan air berjalan lancar.
Kementan memperkuat program rehabilitasi jaringan irigasi tersier, pembangunan embung, dam parit, serta pengembangan sumber air alternatif. Program tersebut juga ditargetkan untuk meningkatkan indeks pertanaman pada sawah tadah hujan.
"Melalui Ditjen LIP, berbagai program pengembangan sumber daya air terus diperkuat, termasuk kolaborasi dengan Ditjen Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum (PU)," tutur Dhani.
Sistem pengairan yang lebih baik diharapkan mampu memberikan suplai air berkelanjutan bagi lahan tadah hujan.
Peningkatan fasilitas ini bertujuan menambah frekuensi tanam dari satu kali menjadi dua kali, atau dua kali menjadi tiga kali dalam setahun.
"Kami berharap dengan kegiatan itu lahan yang sebelumnya hanya satu kali tanam bertambah jadi dua kali tanam dan yang dua kali tanam bisa tiga kali tanam.
Ada peningkatan indeks pertanaman," ujar dia.
>>> Mengkritisi Moody's dan S&P: Reformasi Ekspor Indonesia dalam Konteks Global
Infrastruktur Air Skala Besar
Pemerintah menyiapkan distribusi infrastruktur air dalam skala besar pada 2026 untuk mengamankan sentra produksi padi dan wilayah rawan kekeringan.
Fasilitas tersebut mencakup belasan ribu unit pompa dan bangunan konservasi air.
Rincian alokasi infrastruktur pengairan yang disiapkan pemerintah meliputi:
- Pembangunan sekitar 15 ribu unit irigasi perpompaan.
- Pembangunan 3.000 unit irigasi perpipaan.
- Pembangunan 3.000 unit bangunan konservasi air.
Ditjen LIP telah memetakan potensi cekungan air tanah, sumber air permukaan, sawah irigasi, hingga lahan rawan kekeringan. Pemetaan ini dilakukan agar intervensi di lapangan berjalan tepat sasaran.
"Strategi menghadapi kekeringan tidak hanya dilakukan melalui pembangunan fisik, tetapi juga melalui pendekatan antisipasi, adaptasi, dan mitigasi," kata Dhani saat webinar bertajuk Menjaga Produksi Pangan Saat El Nino Datang yang digelar Tabloid Sinar Tani bekerja sama dengan PT Pupuk Indonesia (PI Persero) di Jakarta, baru-baru ini.