"Dia berharga bagi rakyat Haiti karena kami pikir dialah yang mengatakan, 'kami tidak mati, kami punya bakat di sini'.
Dia selalu berkata, 'Saya tidak hanya membawa bola, saya membawa harapan dari tempat saya berasal'," ucap Pierre Richard Midy.
Gaya kepelatihan Migne yang menyentuh hati para pemain menjadi kunci utama kekompakan tim diaspora ini di lapangan. "Dia pelatih yang ajaib," tutur Pierre Richard Midy.
Midy menambahkan bahwa sang pelatih selalu merendah dan mengembalikan seluruh kredit penampilan apik tim kepada kerja keras para pemain.
"Saat saya menonton pertandingan Haiti, saya tidak bisa menjelaskan bagaimana dia melakukannya. Saya bertanya padanya, dia berkata, 'Ini bukan saya, ini para pemain.
Saya tidak punya rahasia. Saya hanya bilang, curahkan hatimu'," kata Pierre Richard Midy.
Penyerang Duckens Nazon yang lahir di Prancis bahkan mendapatkan status pahlawan lokal karena kecintaan mendalamnya yang melebihi warga asli pulau.
"Kami memanggilnya chuchu dari Haiti," ucap Pierre Richard Midy.
Dedikasi tinggi dari para pemain keturunan ini membuat masyarakat melihat mereka sebagai representasi utuh dari bangsa Haiti.
"Rakyat Haiti selalu melihatnya sebagai contoh seseorang yang merasa lebih Haiti daripada setiap orang yang lahir dan besar di Haiti," tutur Pierre Richard Midy.
Sementara itu, dari kubu lawan, manajer Skotlandia Steve Clarke menargetkan timnya mencetak sejarah baru untuk lolos dari fase grup Piala Dunia untuk pertama kalinya.
Kampanye Skotlandia di turnamen ini didukung penuh oleh publik domestik melalui rilis koran edisi suvenir khusus dari The Herald serta promo kuliner gratis di Edinburgh selama turnamen berlangsung.
>>> Itel A90 Masih Dijual Rp900 Ribuan di 2026, Ini Spesifikasinya
Pada pertandingan berikutnya di Grup C, Skotlandia dijadwalkan menghadapi Maroko pada Jumat, 19 Juni 2026. Haiti akan menantang Brasil di Philadelphia pada hari yang sama.