⌂ Beranda News Skotlandia Taklukkan Haiti pada Laga Pembuka Piala Dunia 2026

Skotlandia Taklukkan Haiti pada Laga Pembuka Piala Dunia 2026

Skotlandia Taklukkan Haiti pada Laga Pembuka Piala Dunia 2026
Pemain Skotlandia dan Haiti bertanding di Stadion Boston pada Piala Dunia 2026
A A Ukuran Teks16px

"Itu adalah mimpi yang menjadi kenyataan," kata Serge Duffaut, warga diaspora Haiti di Boston.

Ekspresi kebahagiaan luar biasa juga disampaikan oleh warga diaspora lainnya. "Saya bahkan tidak bisa mengungkapkannya," ucap Fredo Ozil, warga diaspora Haiti di Avon.

Ketidakpastian politik di Amerika Serikat tidak mengurangi antusiasme para pendukung. "Ini selalu sama.

Tidak ada yang berubah bagi rakyat Haiti. Biarlah apa adanya," kata Fredo Ozil.

Para penggemar tetap optimistis dan berserah penuh terlepas dari hasil akhir yang didapatkan tim nasional. "Hanya Tuhan yang bisa melakukan sesuatu untuk kami," tutur Fredo Ozil.

Bagi mereka, mendapatkan satu poin melalui hasil imbang atau meraih kemenangan dalam laga fase grup akan menjadi pencapaian tertinggi.

"Itu akan menjadi maksimal," ucap Fredo Ozil.

Terlepas dari kekalahan di laga perdana, atmosfer kegembiraan tetap dirasakan oleh seluruh pendukung yang hadir di stadion. "Itu yang terbaik yang bisa kami dapatkan.

Apa pun yang terjadi, ini akan menjadi hari yang menyenangkan," kata Fredo Ozil.

Tantangan Pelatih dan Semangat Pemain Haiti

Di sisi lain, pelatih asal Prancis, Sebastien Migne, menghadapi tantangan berat.

Ia harus meramu tim yang sebagian besar pemainnya lahir di luar negeri dari 25 klub berbeda di 15 negara.

"Kami memiliki banyak pemain yang belum pernah ke Haiti.

Sebelum pertandingan dimulai, saya sering berbagi dengan mereka realitas negara dan tanggung jawab yang kami pikul," kata Duckens Nazon, penyerang Haiti.

Skuad Haiti berkomitmen membawa misi sejarah sebagai negara kulit hitam merdeka pertama di dunia dalam setiap pertandingan. "Saat kami memakai jersey ini, ini lebih dari sekadar pertandingan biasa.

Kami adalah negara kulit hitam merdeka pertama di dunia. Kami memiliki banyak sejarah.

Kami harus mengemban peran ini," ucap Duckens Nazon.

Inspirasi perdamaian juga digaungkan lewat kehadiran Woodensky Pierre, satu-satunya pemain domestik dari kawasan berbahaya Cite Soleil yang dipanggil pelatih hanya berdasarkan video daring.

"Inilah yang kami coba bagikan kepada generasi baru," tutur Duckens Nazon.

>>> San Antonio Spurs Hadapi Eliminasi di Gim 5 Final NBA

Para pemain berharap sepak bola bisa menjadi jalan keluar positif bagi generasi muda di Haiti agar terhindar dari lingkaran kekerasan geng bersenjata.

"Kamu tidak wajib membawa senjata. Kamu tidak wajib bergabung dengan geng atau menggunakan narkoba.

Ada banyak cara untuk keluar dari kesulitan," kata Duckens Nazon.

Pengamat sepak bola Pierre Richard Midy menyatakan bahwa pelatih Sebastien Migne memiliki kemampuan magis dalam memotivasi para pemainnya.

"Dia bermain dengan insting karena dia belajar sejak dini bahwa keraguan menghabiskan segalanya," ujar Pierre Richard Midy, jurnalis Haiti.

Kehadiran Woodensky di dalam tim nasional dianggap membawa pesan berharga bahwa bakat dan harapan masyarakat Haiti tetap hidup di tengah krisis.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru