Pertanyaan tentang pasangan ideal seringkali memicu perdebatan: apakah lebih baik memiliki banyak kesamaan atau justru saling melengkapi? Para peneliti terus mengkaji pengaruh kesamaan terhadap kepuasan hubungan jangka panjang.
Salah satu riset yang diterbitkan di "Journal of Social and Personal Relationships" oleh tim dari University of Michigan merangkum berbagai temuan selama puluhan tahun terkait 'hipotesis kesamaan'.
>>> BTN Jakarta International Marathon 2026 Diikuti 45 Ribu Peserta
Teori ini menyatakan bahwa pasangan dengan banyak kemiripan cenderung memiliki hubungan yang lebih harmonis, bahagia, dan tahan lama.
Mengapa Kesamaan Dianggap Penting?
Dalam psikologi hubungan, pertanyaan mengenai kecocokan pasangan telah lama menjadi topik penelitian.
Dilansir dari Psychology Today, psikolog Donn Byrne menemukan bahwa seseorang umumnya lebih tertarik pada orang yang memiliki sikap, nilai, keyakinan, dan cara pandang serupa.
Kesamaan tersebut dianggap mampu menciptakan rasa nyaman, memperkuat pandangan hidup masing-masing, meningkatkan rasa saling menyukai, serta membuat seseorang merasa lebih dipahami oleh pasangannya.
>>> Via Vallen Ungkap Perjuangan Emosional Tandem Nursing untuk Dua Anak
Teori bahwa perbedaan bisa saling melengkapi juga dikenal sebagai hipotesis komplementaritas.
Misalnya, ketika satu pasangan memiliki sifat lebih dominan sementara pasangannya lebih akomodatif, keduanya dapat membentuk pola interaksi yang seimbang.
Namun, sebagian besar penelitian selama beberapa dekade terakhir lebih mendukung teori kesamaan. Kesamaan dinilai berperan penting dalam membangun ketertarikan awal dan memperkuat ikatan emosional.
Para peneliti menegaskan bahwa hubungan jangka panjang tidak sesederhana sekadar memiliki banyak kesamaan.
Hingga kini, masih sulit menentukan seberapa besar pengaruh kesamaan terhadap kepuasan hubungan karena setiap penelitian menggunakan metode berbeda.
>>> Jadwal Ganjil Genap Jakarta 15 Juni 2026: Dua Sesi dan Denda Rp500 Ribu
Ada yang menilai kesamaan berdasarkan kepribadian, nilai hidup, pendidikan, hingga latar belakang sosial. Para ahli juga membedakan antara kesamaan aktual dan kesamaan yang dirasakan.
Kesamaan aktual merujuk pada kemiripan yang benar-benar ada secara objektif, sedangkan kesamaan yang dirasakan adalah keyakinan seseorang bahwa dirinya mirip dengan pasangan, meskipun belum tentu demikian.
Kedua aspek ini masih jarang diteliti secara bersamaan.
Secara keseluruhan, penelitian menunjukkan bahwa memiliki banyak kesamaan dapat membantu membangun hubungan yang lebih harmonis. Namun, keberhasilan hubungan tidak hanya ditentukan oleh kemiripan semata.
>>> Samsung Galaxy A27 5G Muncul di Situs Resmi Samsung Ceko
Cara pasangan memahami perbedaan, berkomunikasi, dan membangun rasa saling mengerti tetap menjadi faktor penting yang menentukan kebahagiaan dalam jangka panjang.