⌂ Beranda News Presiden Tanjung Verde Kunjungi Atlanta Jelang Debut Piala Dunia

Presiden Tanjung Verde Kunjungi Atlanta Jelang Debut Piala Dunia

Presiden Tanjung Verde Kunjungi Atlanta Jelang Debut Piala Dunia
Presiden Tanjung Verde José Maria Neves berbicara di forum bisnis Atlanta
A A Ukuran Teks16px

Presiden Tanjung Verde José Maria Neves menghadiri forum bisnis di Russell Innovation Center for Entrepreneurs, Atlanta, pada Sabtu, 14 Juni 2026.

Acara ini digelar menjelang pertandingan debut bersejarah tim nasional sepak bola negara kepulauan tersebut di Piala Dunia FIFA 2026 melawan Spanyol.

>>> Harga Oppo Reno13 F 5G Turun Jadi Rp4,4 Jutaan pada Juni 2026

Forum tersebut mempertemukan pejabat pemerintah, pengusaha, dan anggota komunitas bisnis internasional Atlanta.

Tujuannya memperkuat hubungan melalui perdagangan, investasi, pariwisata, dan kewirausahaan, sekaligus merayakan keberhasilan tim berjuluk Hiu Biru menembus panggung tertinggi sepak bola dunia.

Dalam pidatonya, Neves menyampaikan bahwa kelolosan Tanjung Verde ke Piala Dunia memiliki makna lebih besar dari sekadar pencapaian olahraga.

Menurutnya, ini menjadi kesempatan bagi negara kecil di lepas pantai Afrika Barat untuk memperkenalkan diri kepada audiens global.

"This World Cup is not only about football," ujar Neves melalui seorang penerjemah. "It opens other avenues for investment in the country," tambahnya.

Sementara itu, komunitas diaspora Tanjung Verde di Amerika Serikat menyambut turnamen ini dengan antusiasme besar.

Manny Coleta, warga Boston berusia 62 tahun asal Pulau Fogo yang bekerja di Massachusetts Convention Center Authority, bersiap menyaksikan laga hari Senin di Atlanta bersama 14 teman masa kecilnya dari Dorchester.

>>> Bill Gates Bersaksi di DPR soal Pemerasan Jeffrey Epstein

Mengingat momen ketika Tanjung Verde memastikan tiket Piala Dunia pada Oktober lalu, Coleta menyamakan perasaannya dengan keajaiban tim hoki AS saat mengalahkan Uni Soviet di Olimpiade.

"I would compare it to what Americans felt when the US hockey team beat the Soviet Union in the Olympics," katanya.

"It was more than just a game.

It was a moment in history, a feeling you never forget, a pride bursting out of your chest.

It was like the day my son was born, that feeling," ujarnya.

Dukungan juga mengalir dari Ray Butler, warga asal Irlandia yang mengelola The Banshee, sebuah pub sepak bola di Dorchester.

Butler memberikan konfirmasi mengenai kualitas kapten tim Shamrock Rovers, Pico Lopes, yang tumbuh besar di Dublin dan memilih membela Tanjung Verde berdasarkan garis keturunan ayahnya.

"He's a very good center back," kata Butler.

>>> Laba Bersih Asuransi Jiwa Konvensional Melonjak 26,35% hingga April 2026

Sejarah migrasi warga Tanjung Verde ke Boston memiliki kemiripan dengan komunitas Irlandia, seperti yang pernah disampaikan mantan Wali Kota Boston, Marty Walsh.

Walsh melihat kesamaan nasib antara anak-anak Tanjung Verde di Dorchester dengan generasi imigran Irlandia seabad lalu yang datang untuk membangun kehidupan baru.

"Poor kids from a colonized island that couldn’t provide them jobs," kata Walsh.

"A lot of them came to Boston to make a life for themselves and their families," ujarnya.

Kini, perhatian para pendukung tertuju pada laga perdana Grup H di Atlanta, tempat Tanjung Verde akan menghadapi tim unggulan Spanyol.

Pertandingan ini dinilai sebagai duel antara David dan Goliath.

Bagi para pendukung yang telah berkumpul di Atlanta akhir pekan ini, pencapaian tim nasional mereka hingga bisa berlaga di putaran final sudah merupakan tonggak sejarah besar.

>>> Harga Minyak Dunia Anjlok Imbas Pakta Perdamaian AS dan Iran

"Just to be here today, it's a big accomplishment," ujar salah satu pendukung kepada CBS News Atlanta.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru